• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Ekonomi

Benteng BI-Rate 5,25%: Pahit tetapi Menyelamatkan

by Redaksi
25 Mei 2026 12:50
in Ekonomi, Opini
A A
Benteng BI-Rate 5,25%: Pahit tetapi Menyelamatkan

Dr. Ana Sriekaningsih.,S.E.,S.Th.,M.M Direktur Politeknik Bisnis Kaltara Anggota Forum Komunikasi Akademisi Penulis Populer Kebijakan BI. Foto: ist

TARAKAN, Fokusborneo.com – ​Bayangkan Anda sedang mengemudikan kapal di tengah laut, lalu tiba-tiba badai besar datang.

Apakah Anda akan tetap mengembangkan layar penuh agar bisa melaju cepat, atau justru menurunkan layar demi menjaga kapal agar tidak terbalik?

Baca Juga

Kebijakan Sentralisasi Ekspor Picu Kepanikan, Harga TBS Sawit di Kaltara Anjlok Hingga Rp1.740/Kg

Perkuat Ekonomi di Perbatasan, PLN UID Kaltimra Terus Dorong Pelaku Usaha Nunukan Naik Kelas

Memperingati Harkitnas, PLN Hadirkan Promo “MeiLAJU Lebih Terang” Diskon Tambah Daya 50 Persen untuk Pelanggan Rumah Tangga

Perpisahan Kepala BI Kaltara, Wagub Apresiasi Peran dalam Menjaga Stabilitas Ekonomi Daerah

​Pilihan kedua itulah yang baru saja diambil oleh Bank Indonesia (BI). Melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 19-20 Mei 2026, BI resmi menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25%. Langkah agresif ini diambil bukan untuk mempersulit masyarakat, melainkan sebagai “rem darurat” demi menyelamatkan kapal ekonomi dari hantaman badai gejolak global akibat perang di Timur Tengah.

​Langkah berani akhirnya diambil oleh Bank Indonesia (BI). Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 19-20 Mei 2026, BI memutuskan untuk mendongkrak suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 50 basis poin (bps) hingga menyentuh angka 5,25%. Tak hanya itu, suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility juga ikut terkerek masing-masing menjadi 4,25% dan 6,00%.

​Bagi masyarakat awam atau pelaku usaha yang sedang mencoba bangkit, kenaikan suku bunga acuan ini mungkin terdengar seperti berita buruk. Ini berarti bersiap-siaplah menghadapi potensi kenaikan bunga kredit, mulai dari KPR hingga modal usaha.

Namun, jika kita melihat lanskap ekonomi yang lebih luas, keputusan BI ini bukan sekadar kebijakan di atas kertas, melainkan sebuah benteng pertahanan yang krusial.

​Rupiah Dikepung Gejolak Timur Tengah

​Pertanyaan besarnya: mengapa BI bertindak seagresif ini dengan menaikkan 50 bps sekaligus?

​Jawabannya ada pada ketidakpastian global yang kian memanas. Perang yang berkecamuk di Timur Tengah telah memicu efek domino yang mengguncang pasar keuangan dunia. Ketika geopolitik memanas, investor global cenderung menarik dana mereka dari negara-negara berkembang (emerging markets) seperti Indonesia dan mengalirkannya kembali ke aset-aset yang dianggap lebih aman (safe haven).

​Tekanan ini otomatis membuat nilai tukar Rupiah babak belur. Dalam konteks inilah BI harus mengintervensi. Dengan menaikkan BI-Rate menjadi 5,25%, imbal hasil investasi di Indonesia menjadi lebih menarik bagi investor asing. Ini adalah strategi utama untuk menahan keluarnya modal asing (capital outflow) sekaligus memperkuat dan menstabilkan otot Rupiah dari gempuran sentimen global.

​Menjinakkan Inflasi Sebelum Terlambat

​Selain menyelamatkan Rupiah, langkah BI ini adalah tindakan pencegahan (pre-emptive) yang sangat tepat untuk menjaga stabilitas harga di dalam negeri. Peperangan di Timur Tengah bukan hanya soal konflik politik, tetapi juga ancaman nyata bagi rantai pasok global, terutama harga minyak dan komoditas pangan dunia. Jika harga-harga tersebut melonjak, inflasi di dalam negeri bisa lepas kendali.

​Dengan menaikkan suku bunga dari jauh-jauh hari, BI sedang berusaha memastikan agar inflasi pada tahun 2026 dan 2027 tetap jinak dan berada dalam koridor sasaran pemerintah, yaitu 2,5±1%. BI memilih untuk mengendalikan peredaran uang dan meredam potensi lonjakan harga sebelum daya beli masyarakat terlanjur tergerus parah di masa depan.

​Suku bunga naik sering kali dicap negatif karena membuat cicilan baru (seperti KPR atau kredit motor) menjadi lebih mahal. Namun, ada dampak positif luar biasa yang langsung melindungi dompet kita sehari-hari.

​Harga Tempe, Tahu, dan Mi Instan Tetap Stabil (Menahan Imported Inflation)

Indonesia masih mengimpor banyak bahan baku, seperti kedelai untuk tempe atau gandum untuk mi instan, yang transaksinya menggunakan mata uang Dolar AS.

​Jika BI tidak menaikkan suku bunga: Rupiah akan melemah drastis terhadap Dolar. Akibatnya, importir harus membayar jauh lebih mahal untuk membeli gandum dan kedelai. Ujung-ujungnya, harga sebungkus mi instan atau sepotong tempe di pasar akan melonjak naik.

​Dengan naiknya BI-Rate: Nilai tukar Rupiah menjadi lebih stabil dan kuat. Biaya impor bahan baku berhasil ditekan, sehingga harga makanan favorit kita di warung tidak perlu ikut naik gila-gilaan.

​Uang Tabungan dan Deposito Anda “Beranak” Lebih Banyak

Bagi Anda yang memiliki tabungan atau berencana membuka deposito di bank, kebijakan ini adalah kabar baik yang instan. Perbankan akan perlahan menaikkan suku bunga simpanannya. Jadi, uang yang Anda simpan di bank akan menghasilkan keuntungan (bunga simpanan) yang lebih besar daripada sebelumnya, memberikan perlindungan ekstra terhadap nilai uang Anda dari gerusan inflasi.

​Obat Pahit Demi Kesehatan Jangka Panjang

​Kita harus jujur bahwa kebijakan ini adalah “obat pahit”. Suku bunga yang lebih tinggi berisiko memperlambat sedikit laju pertumbuhan ekonomi domestik karena biaya pinjaman menjadi lebih mahal. Aktivitas ekspansi dunia usaha mungkin akan sedikit menahan diri, dan konsumsi rumah tangga harus disesuaikan. Namun, alternatifnya jauh lebih mengerikan.

​Jika BI membiarkan suku bunga tetap rendah di tengah gejolak global, Rupiah bisa merosot tajam. Rupiah yang melemah drastis akan membuat barang-barang impor (termasuk bahan baku industri dan pangan) menjadi sangat mahal. Ujung-ujungnya, masyarakat juga yang akan menderita akibat inflasi yang meroket tinggi.

​Keputusan RDG BI Mei 2026 ini menunjukkan bahwa otoritas moneter kita memilih untuk bersikap realistis dan tangguh. Menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi saat ini adalah fondasi paling mendasar agar ekonomi Indonesia tidak oleng di masa depan. Ini adalah langkah antisipasi yang pahit namun sangat diperlukan demi menyelamatkan kapal ekonomi kita dari badai global yang belum tahu kapan akan usai.

​Pada akhirnya, kita harus melihat kenaikan BI-Rate ke angka 5,25% ini sebagai bentuk “investasi keamanan”. Menolak kenaikan suku bunga di tengah krisis global sama saja dengan membiarkan Rupiah hancur dan memicu harga-harga barang melonjak tak terkendali. Kebijakan ini memang pil pahit yang harus kita telan hari ini, namun ia berfungsi sebagai pelindung yang memastikan bahwa esok hari, dapur masyarakat Indonesia tetap bisa mengepul dan ekonomi kita tidak ikut karam diterjang badai dunia.

Oleh:

Dr. Ana Sriekaningsih.,S.E.,S.Th.,M.M

Direktur Politeknik Bisnis Kaltara

Anggota Forum Komunikasi Akademisi Penulis Populer Kebijakan BI

Tags: Bank IndonesiaBI-RateDr. Ana SriekaningsihEkonomiHeadlineInflasiRupiahTimur Tengah

Berita Lainnya

Kebijakan Sentralisasi Ekspor Picu Kepanikan, Harga TBS Sawit di Kaltara Anjlok Hingga Rp1.740/Kg
Ekonomi

Kebijakan Sentralisasi Ekspor Picu Kepanikan, Harga TBS Sawit di Kaltara Anjlok Hingga Rp1.740/Kg

25 Mei 2026 12:39
Daerah

Perkuat Ekonomi di Perbatasan, PLN UID Kaltimra Terus Dorong Pelaku Usaha Nunukan Naik Kelas

24 Mei 2026 14:31
Daerah

Memperingati Harkitnas, PLN Hadirkan Promo “MeiLAJU Lebih Terang” Diskon Tambah Daya 50 Persen untuk Pelanggan Rumah Tangga

24 Mei 2026 13:06
Daerah

Perpisahan Kepala BI Kaltara, Wagub Apresiasi Peran dalam Menjaga Stabilitas Ekonomi Daerah

23 Mei 2026 16:19
Langkah Besar Ekspor Perikanan Kaltara, Kepiting Perdana Dikirim Ke Hongkong
Ekonomi

Langkah Besar Ekspor Perikanan Kaltara, Kepiting Perdana Dikirim Ke Hongkong

23 Mei 2026 13:27
Ekonomi

Sinergi Strategis Dorong UMKM Naik Kelas dan Lebih Berdaya Saing

23 Mei 2026 13:19
Next Post

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kapolresta Bulungan Instruksikan Jajaran Kawal Sektor Pertanian

Sukses dan Kondusif, Bhabinkamtibmas Hadiri Penutupan MTQ ke-IV Tanjung Palas Tengah

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Isak Tangis Haru Warnai Pelepasan 278 Siswa SMPN 7 Tarakan, Sarat Makna Budaya Bugis

    Sederhana, Kadisdik Tarakan: Pelepasan Siswa SMPN 7 Patut Jadi Contoh Sekolah Lain

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seleksi Paskibraka Kaltara 2026 Resmi Ditutup, Enam Putra-Putri Terbaik Lolos ke Tingkat Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apresiasi Dedikasi ASN, Korpri Tarakan Lepas 34 Anggota Purna Bakti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangkan Keluhan Warga di Reses, Supa’ad Desak Pelni dan KSOP Buka Rute Tarakan-Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkuat Sinergi di Bumi Benuanta, Kapolda Kaltara Terima Kunjungan Dan Grup 4 Kopassus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Sukses dan Kondusif, Bhabinkamtibmas Hadiri Penutupan MTQ ke-IV Tanjung Palas Tengah

25 Mei 2026 12:59

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kapolresta Bulungan Instruksikan Jajaran Kawal Sektor Pertanian

25 Mei 2026 12:55
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP