• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Opini

WhatsApp DS

by Redaksi
25/10/2021
in Opini
A A

Penulis : Doddy Irvan (Pai)

Di seri 3, kisah Deddy Yevry Hanteru Sitorus (DS), hanya sedikit cerita tentang kuliahnya di Inggris. Lantas aktivitasnya setelah pulang ke Indonesia. Anggota DPR RI itu ingin bercerita, perjuangannya cukup berat dan berdarah-darah.

Oleh: Doddy Irvan (pai)

Setelah membaca PhD 3, DS mengirim WA ke saya. Isinya panjang sekali. Saya pikir DS tersinggung dengan tulisan itu. Atau dia marah –ke teman saya– karena menuduhnya, kalau Ia bisa kuliah S2 Political Commucation Advocacy & Campaigining, Kingston University, karena diongkosi orang tajir.

Ternyata tidak. Pria kelahiran Simalungun, Sumatera Utara itu, berdarah-darah untuk memperoleh beasiswa agar bisa kuliah di negeri Ratu Elizabeth.

Baca Juga

Mengubah Tradisi Ospek: Wajah Baru PKKMB Politeknik Bisnis Kaltara yang Humanis dan Edukatif

Menjaga Akurasi Data, Mengakselerasi Ekonomi Kaltara

Mengangkat Wastra dan Ekonomi Kreatif Perbatasan Ke Panggung Nasional  

Kematian Raja Ular Dari Kalimantan

Begini saja. Saya akan turunkan utuh isi WA DS. Agar Anda bisa membacanya sendiri:

Ha ha ha, gue mendapat beasiswa Chevening Scholarship dari Kementerian Luar Negeri Inggris. Dari hampir 7000 pendaftar yang diterima hanya 38 orang. Itu beasiswa yang sangat bonafide, setara dengan beasiswa AMINEF dari Amerika.

Ini linknya: https://en.m.wikipedia.org/wiki/Chevening_Scholarship

Yang dapat beasiswa itu orang-orang terbaik dari seluruh penjuru dunia. Termasuk di Indonesia.

Waktu itu gue dan istri (Suriyani) dapat beasiswa (ke Inggris). Tapi akhirnya hanya gue yang berangkat. Karena istri sedang hamil. Akhirnya istri ambil gelar MBA dari UGM, setelah gue pulang ke Indonesia

Bolehlah kau tulis itu. Bahwa selama kuliah di Inggris gue juga nyambi bekerja di kantor Parlemen Menteri Perumahan Inggris, Yvette Cooper, MP.

Keterampilan debat gue belajar dari mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair. Setiap hari jumat gue selalu menyaksikan langsung di Webminister sesi debat PM Inggris dengan Parlemen. Acaranya PM’s Question Time. Itu kewajiban PM menghadap parlemen dan ditanyai anggota dewan Inggris.

Dia selalu berdebat dengan logika yang tajam dan berbekal data yang dicatat dalam bukunya yang sangat besar. Itu yg mengilhami gue dalam debat-debat di TV. Selalu tajam dan berbasis data.

Gue juga jadi asisten Professor. Brian Bivatti, think tank Partai Buruh Inggris. Seorang aktivis HAM dan ahli mediasi konflik.

Pembimbing gue itu namanya Alastair Campbell, Spin Doctor Tony Blair yang sangat terkenal.

Selama kuliah gue juga sering dapat kerjaan sampingan sebagai pemantau pemilu PBB untuk Afrika. Bersama beberapa mantan Perdana Menteri seperti mantan PM Kanada, Selandia Baru dll.

(DS harusnya melanjutkan program Doktoral di London tapi memilih pulang ke Indonesia) Program beasiswa Doktor juga gue tinggalkan. Karena gue kangen bakso dan anak-anak gue. Ditambah lagi mau masuk pemilu 2009 dan gue ingin terlibat. Sebab gue ambil master komunikasi politik dan kampanye.

Lu mau tau, begitu sampai di Indonesia, gue langsung ke tempat bakso langganan: Bakso Bang Kardi.

(Pulang ke Indonesia) Gue sudah bekerja di berbagai lembaga Internasional sebelum terjun ke politik. Seperti NDI, merupakan LSM Amerika yang mengajari orang Indonesia cara memantau pemilu, survey/polling politik, quick count atau hitung cepat setelah Soeharto tumbang.

Gue kenyang pengalaman Internasional. Dari gerakan lingkungan, masyarakat adat, perdagangan Internasional.

Terakhir, gue bekerja di UNDP yang melakukan berbagai pendidikan politik pemilu (voters education), pendidikan dan pelatihan aktivis partai politik, dll.

Setelah keluar dari UNDP, gue membuka perusahaan konsultan. Klien gue kebanyakan BUMN besar dan perusahaan multinasional. Jasa yang gue berikan itu project develompent, business consultation, lobby, feasibility studies, dll.

Gue juga bekerja untuk perusahaan lobby internasional dari Amerika (NHS) dan Inggris (Exclusive Analysis).

Baru berhenti setelah gue jadi anggota DPR. Gajinya Dollar dan Pounsterling bro. Banyak intelektual, mantan Dirjen dan beberapa mantan menteri yang bekerja bersama gue sebagai konsultan.

Lalu gue jadi Staf Khusus Menteri BUMN (Rini Soemarno) dan jadi Komisaris di 3 BUMN besar. Waskita Karya, Pelindo 3 dan Holding Perkebunan Nusantara/PTPN III. Semua itu gue tinggalkan karena ditugaskan jadi caleg di Kaltara.

Gaji bulanan gue mencapai 400 juta Rupiah. Semuanya gue korbankan ketika disuruh jadi caleg. Juga kontrak gue dengan NHS dan Exclusive Analysis. Jadi gue itu membuang duit karena jadi anggota DPR. Bukan nyari duit.

Makanya 2009 gue keluar dari UNDP dan bikin perusahaan konsultan (politik) lalu masuk tim sukses Mega-Prabowo.

Itu isi WA DS. Cukup panjang. Mungkin sudah lama Ia pendam. Dia hanya ingin membagi cerita, yang khalayak Kaltara belum banyak mengetahuinya. Tak mungkin kisah ini dia umbar untuk sekadar menyombongkan diri. DS “terpaksa” cerita, ketika ada orang meragukan kualitasnya.

Lama DS dicitrakan, sebatas “petugas partai” karbitan yang “disusupkan” PDIP ke Kaltara.

Ternyata sebagai politisi, DS cukup berkualitas. Kaltara harusnya beruntung, dia bisa diandalkan menjadi ujung tombak pembangunan Kaltara.

Jalan hidupnya, bisa menjadi contoh. Bagaimana orang yang tumbuh dari keluarga sederhana, dapat berkiprah di level nasional dan Internasional. (pai)

Tags: borneoDeddy SitorusDoddy IrvanDPR RIDSFbFokusborneoFokusPaiPDI-Perjuangan

Berita Lainnya

Mengubah Tradisi Ospek: Wajah Baru PKKMB Politeknik Bisnis Kaltara yang Humanis dan Edukatif
Opini

Mengubah Tradisi Ospek: Wajah Baru PKKMB Politeknik Bisnis Kaltara yang Humanis dan Edukatif

13 September 2026 17:24
Menjaga Akurasi Data, Mengakselerasi Ekonomi Kaltara
Ekonomi

Menjaga Akurasi Data, Mengakselerasi Ekonomi Kaltara

11 September 2026 12:03
Mengangkat Wastra dan Ekonomi Kreatif Perbatasan Ke Panggung Nasional  
Ekonomi

Mengangkat Wastra dan Ekonomi Kreatif Perbatasan Ke Panggung Nasional  

31 Agustus 2026 13:00
Opini

Kematian Raja Ular Dari Kalimantan

27 Agustus 2026 15:45
Karhutla Terus Berulang: Saatnya Memberi Nilai Ekonomi Pada Upaya Pencegahan?
Opini

Karhutla Terus Berulang: Saatnya Memberi Nilai Ekonomi Pada Upaya Pencegahan?

26 Agustus 2026 16:37
Makna di Balik Lonjakan Transaksi QRIS
Ekonomi

Makna di Balik Lonjakan Transaksi QRIS

18 Agustus 2026 18:59
Next Post

Upaya Restorasi Mangrove, Kaltara Siapkan 105 Hektar Lahan Persemaian

Dirgahayu ke 57, Partai Golkar Tarakan Targetkan Jadi Pemenang Pemilu 2024

Dirgahayu ke 57, Partai Golkar Tarakan Targetkan Jadi Pemenang Pemilu 2024

KNPI Tarakan Sambut Baik Kehadiran Komunitas Indonesia Skateboard Tarakan

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Sikat Pelaku Curanmor, Tim URC Resmob Polda Kaltara Bekuk Dua Pria di Bulungan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Pujasera Jalan Jenderal Sudirman Dihebohkan Penemuan Jenazah Pria di Dalam Gerobak Dagangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasat Narkoba dan Samapta Polresta Bulungan Berganti, Kombes Rofikoh Minta Pejabat Baru Segera Beradaptasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ikhtiar Spiritual dan Cinta Rasul: BRI Branch Office Samarinda Gajah Mada Gelar Sholat Istisqa dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terima Barang Rampasan Negara dari KPK, Sekjen ATR/BPN: Untuk Mendukung Layanan kepada Masyarakat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

DPRD Kaltara Tegaskan Dukungan Penanganan Karhutla, Achmad Djufrie Turun Langsung Cek Lokasi Kebakaran

DPRD Kaltara Tegaskan Dukungan Penanganan Karhutla, Achmad Djufrie Turun Langsung Cek Lokasi Kebakaran

16 September 2026 21:26

Otorita IKN Siapkan Sumur Bor untuk Masyarakat di Kawasan Deliniasi IKN

16 September 2026 19:44
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP