• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Opini

Pleno Tanpa Makna

by Redaksi
27/08/2025
in Opini
A A

H. Rachmat Rolau - Ketua DK PWI Kaltara

PERPECAHAN di tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) itu bermula dari dana hibah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), kurang lebih Rp 6 miliar. Dana itu dialokasikan untuk kegiatan uji kompetensi wartawan (UKW) se-Indonesia. Pengurus PWI Pusat menerima dana tersebut hanya beberpa bulan pasca kepemimpinan Hendry Chairudin Bangun selaku ketua umum dikukuhkan atas hasil Kongres PWI XXV Bandung, Jawab Barat.

Catatan H. Rachmat Rolau – Ketua DK PWI Kaltara

Baca Juga

QRIS di Kaltara : Dari Warung Kelontong hingga Pelosok Desa, Bayar apa Saja Tinggal “Ting!”

Suku Bunga Tinggi, Kredit Kaltara Tetap Tumbuh Paradoks Atau Bukti Ketahanan

Pasar Karbon: Jangan Hanya Menghargai Pohon yang Ditanam, tetapi Juga Hutan yang Diselamatkan

Optimisme Manufaktur: Industri Pengolahan Terus Melaju Kencang

Seiring berjalannya waktu, tiba-tiba ada penarikan uang dari rekening PWI sebesar Rp 1 miliar lebih. Ketika aliran dana ditelusuri, Dewan Kehormatan PWI Pusat mencium ada yang kurang beres. Selain buat UKW, juga ada dana yang mengalir ke pihak lain yang dianggap berjasa atas pengurusan dana hibah itu, alias cashback.

Dari sinilah perpecahan dan dualisme kepemimpinan berawal. Puncak konflik semakin nyata ketika Zumlansyah Sekedang menerima dukungan sejumlah wartawan senior dan anggota Dewan Kehormatan PWI Pusat mulai tidak percaya pada kepemimpinan Hendry terkait cashback itu. Mereka lantas menggelar Konferensi Luar Biasa (KLB) PWI 2024 di Jakarta. Hasilnya, Zulmansyah terpilih.

Memeka adanya dualisme pimpinan PWI Pusat yang tidak sehat, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meminta diadakan kongres guna mengakhiri konflik. Kubu Hendry hasil Kongres XXV tahun 2023 di Bandung bersama tim Zulmansyah Sekedang produk KLB sepakat membentuk panitia kongres. Akhirnya, diputuskanlah kongres dipercepat 29-30 Agustus 2025 dengan tagline Kongres Persatuan”.

Terus terang, saya sebagai pribadi baru kali ini mendengar ada “kongres persatuan yang saya sebut “kongres prematur. Sebab, baru dua tahun usai kongres di Bandung, lalu kongres lagi. Perpecahan di PWI Pusat tentu saja berdampak signifikan terhadap jalannya roda organisasi PWI di beberapa daerah.

Salah satunya, PWI Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Secara struktural pegurus, PWI Kaltara memang tidak terganggu seperti halnya PWI di provinsi lain yang ketuanya ada yang berstatus pelaksana tugas harian (Plh). Mereka menjadi korban pertikaian dua pimpinan yang berseberangan. Perpecahan tersebut juga telah mereduksi semangat para pengurus PWI Kaltara disebabkan sikap ketuanya yang dianggap melampaui batas kewenangan.

Pergantian ketua bidang organisasi PWI Kaltara beberapa waktu lalu lewat hak prerogatif sang ketua tanpa rapat pleno. Tindakan tersebut dianggap oleh para pengurus menafikan suara kolektif kolegial yang harus dihormati.

Kendati begitu, pengurus tidak mau pusing. Mereka masih menganggap putusan sang ketua sebagai langkah darurat untuk segera mengisi kevakuman ketua bidang yang strategis itu, walaupun langkah itu tetap saja menjadi catatan sejarah kelam pagi PWI Kaltara dalam konteks ketaatan terhadap norma PD-PRT.

Puncak kekecewaan pengurus terjadi Sabtu 21 Agustus 2025 di rapat pleno yang dihadiri, ketua, sekretaris, serta ketua-ketua PWI kabupaten dan kota (mewakili seluruh anggota) dan pengurus harian PWI Kaltara secara hybrid. Pleno tersebut dimaksudkan untuk menentukan arah politik PWI Kaltara menjelang kongres di Cikarang, Jawa Barat, 29-30 Agustus 2025. Selaku ketua DK PWI Kaltara, saya hadir sekadar memberi wejangan agar pleno berlangsung dalam spirit kebersamaan.

Secara pribadi, saya juga sudah lebih dari 3 bulan tidak memantau perkembangan yang terjadi di PWI Pusat. Namun, menurut informasi peserta pleno, ada dua nama yang menguat dalam bursa pencalonan ketum PWI Pusat pada kongres mendatang. Yakni, Hendry Chairudin Bangun dan Akhmad Munir yang saat ini masih aktif sebagai wartawan Kantor Berita Antara.

Sebelumnya, ada nama Atal Sembiring Depari, ketum PWI Pusat periode 2018-2023 dan Zulmansyah Sekedang. Belakangan, Atal dan Zulmansyah memilih berkoalisi dan mendukung Akhmad Munir.

Pleno PWI Kaltara yang berlangsung secara tatap muka dan daring itu ternyata mayoritas peserta memilih Akhmad Munir. Nicky Saputra Novianto, Ketua PWI Kaltara rupanya kurang berkenaan dengan pilihan itu. Maaf, saya tetap memilih Pak Hendry, kata Nicky, call sign Nicky Saputra. Mendengar pernyataan sang ketua, Sekretaris PWI Kaltara, Aswar langsung walk out disusul ketua PWI Tarakan, ketua PWI Nunukan dan ketua PWI Bulungan.

Dari sinilah bibit mosi tidak percaya itu tersemai. Bahkan beberapa pengurus kabupaten dan kota dalam suratnya terkait alasan mosi tersebut mengungkapkan, ada banyak tugas dan kewajiban sang ketua yang belum tertunaikan hingga menjelang akhir jabatannya.

Di antaranya, tidak pernah menggelar rapat, baik rapat harian maupun rapat-rapat berkala. Bahkan konferensi kerja provinsi yang diamanatkan oleh kongres pun, belum dilakukan. Kekecewaan terhadap kinerja ketua itulah yang jadi pemantik wacana pemakzulan yang kini tengah diolah oleh sejumlah elemen pengurus yang selanjutnya akan disampaikan ke PWI Pusat untuk diputuskan. (*)

Tags: HeadlineKetua DK PWI Kaltarapersatuan wartawan IndonesiaPWIUji kompetensi wartawan

Berita Lainnya

QRIS di Kaltara : Dari Warung Kelontong hingga Pelosok Desa, Bayar apa Saja Tinggal “Ting!”
Ekonomi

QRIS di Kaltara : Dari Warung Kelontong hingga Pelosok Desa, Bayar apa Saja Tinggal “Ting!”

27 Juli 2026 12:03
Suku Bunga Tinggi, Kredit Kaltara Tetap Tumbuh Paradoks Atau Bukti Ketahanan
Ekonomi

Suku Bunga Tinggi, Kredit Kaltara Tetap Tumbuh Paradoks Atau Bukti Ketahanan

27 Juli 2026 10:51
Opini

Pasar Karbon: Jangan Hanya Menghargai Pohon yang Ditanam, tetapi Juga Hutan yang Diselamatkan

25 Juli 2026 09:33
Optimisme Manufaktur: Industri Pengolahan Terus Melaju Kencang
Opini

Optimisme Manufaktur: Industri Pengolahan Terus Melaju Kencang

18 Juli 2026 08:58
Ketika “Tiket Pesawat” Bikin Dompet Terengah-engah
Opini

Ketika “Tiket Pesawat” Bikin Dompet Terengah-engah

1 Juli 2026 12:26
BI-Rate Meningkat, Momentum UMKM Kuliner Menata Ragam dan Jaring Digital  ​
Opini

BI-Rate Meningkat, Momentum UMKM Kuliner Menata Ragam dan Jaring Digital  ​

24 Juni 2026 22:37
Next Post

Energi untuk Negeri, Inspirasi dari Pertamina Energi Negeri 8.0 Memberi Inspirasi kepada 19.152 Siswa SD

JMSI Apresiasi Perintah Mabes Polri agar Wartawan Dilindungi

PWI Kaltara Belum Tentukan Arah Dukungan Kongres, Internal Diguncang Mosi Tidak Percaya

PWI Kaltara Belum Tentukan Arah Dukungan Kongres, Internal Diguncang Mosi Tidak Percaya

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Niat Menolong Berujung Petaka, Mahasiswa di Tarakan Ditikam Begal di Gusel

    Niat Menolong Berujung Petaka, Mahasiswa di Tarakan Ditikam Begal di Gusel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kaltara Raih Hibah Internasional Rp19,99 Miliar untuk Restorasi Mangrove 2026–2028

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelantikan 82 ASN di Tana Tidung, Bupati Tekankan Kinerja dan Integritas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkuat Komitmen untuk Masyarakat, Pelantikan PKK Karang Anyar Diwarnai Penyaluran Makanan Tambahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolda Kaltara Terima Kunjungan Pengadilan Tinggi, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Forest Programme VI Dukung Penguatan SDM Kehutanan di Kaltara

28 Juli 2026 21:05

Lewat Bimtek PLUP, Pemprov Ajak Pemdes dan Masyarakat Susun Tata Kelola Mangrove Berkelanjutan

28 Juli 2026 21:04
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP