TARAKAN – Kabar gembira menghampiri Universitas Borneo Tarakan (UBT). Rektor UBT, Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, mengumumkan adanya relaksasi penuh terhadap efisiensi anggaran, kecuali untuk perjalanan dinas yang tetap dibatasi 50%.
Pengumuman ini disampaikan usai pelantikan empat dekan baru di lingkungan UBT, Senin (5/5/25).
Prof. Yahya Ahmad Zein menjelaskan bahwa kebijakan ini berbeda signifikan dengan periode sebelumnya di mana efisiensi anggaran sangat ketat, sehingga perencanaan program menjadi lebih hati-hati.
“Setelah ini, baik dekan yang baru dilantik maupun yang sudah menjabat, kita akan langsung mengadakan rapat bersama untuk menyerahkan Rencana Kerja dan Kegiatan Lembaga (RKKL) yang telah direlaksasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rektor UBT menekankan bahwa relaksasi anggaran ini memungkinkan UBT untuk melaksanakan seluruh program yang telah dituangkan dalam RKKL, kecuali pos perjalanan dinas. Namun, ia juga mengingatkan para dekan untuk menyusun program yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan fakultas.
“Saya tidak ingin lagi mendengar ada kendala anggaran untuk perbaikan kecil. Saya ingin para dekan memahami betul struktur anggaran fakultas dan memprioritaskan penganggaran,” tegasnya.
Secara khusus kepada para dekan yang baru dilantik, Rektor menyampaikan bahwa relaksasi anggaran ini adalah buah dari upaya pemerintah melalui Kementerian terkait.

Dengan adanya relaksasi anggaran ini, diharapkan UBT dapat bergerak lebih leluasa dalam merealisasikan berbagai program pengembangan demi kemajuan universitas.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Yahya Ahmad Zein juga menyinggung terkait kelebihan jam mengajar dosen. Ia memastikan bahwa universitas akan menarik kembali anggaran tersebut dan menghitungnya di tingkat universitas, sehingga dosen tidak perlu khawatir.
Fokus lain yang disampaikan Rektor adalah implementasi visi misi universitas di tingkat fakultas dan lembaga. Setelah rapat dengan para dekan, rencananya akan dilanjutkan pertemuan dengan pimpinan lembaga untuk memberikan arahan terkait program-program prioritas.
Salah satu fokus utama adalah pengembangan program studi di Fakultas Kedokteran.
“Alhamdulillah, ada berita baik terkait Fakultas Kedokteran. Saya sudah bertemu dengan Bapak Walikota Tarakan, dan beliau telah menganggarkan minimal Rp 500 juta untuk membantu tunggakan pembiayaan kita di tahun 2026,” ungkap Prof. Yahya Ahmad Zein.
Selain itu, beberapa kabupaten kota lain seperti Malinau dan Bulungan juga telah menunjukkan komitmennya, dan hanya saja proposal kerja sama akan segera diserahkan.
Ia juga mengajak seluruh dosen untuk bersyukur karena tunjangan kinerja dipastikan akan dibayarkan pada tahun ini.(**)













Discussion about this post