TARAKAN, Fokusborneo.com – Dosen Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Borneo Tarakan (FT UBT), Dr. Ismit Mado, menekankan pentingnya peran aktif dunia industri dan perusahaan sebagai penguji eksternal bagi mahasiswa.
Hal ini dinilai menjadi langkah strategis dalam menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan praktis di lapangan.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat mendampingi penyerahan piagam penghargaan kepada PT Siantar Tara Sejati, di Kampung 1, Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Jumat (31/7/26).
PT Siantar Tara Sejati sendiri, merupakan salah satu mitra strategis yang turut mengoperasikan pembangkit listrik untuk memasok kebutuhan energi PLN di Kota Tarakan dan menjadi penguji eksternal bagi mahasiswa Jurusan Teknik Elektro FT saat ujian proposal dan skripsi.
Dr. Ismit menjelaskan pelibatan penguji dari pihak industri merupakan bagian dari implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Langkah ini berfokus pada penguatan keterampilan mahasiswa, baik secara hard skill maupun soft skill, agar siap menghadapi dunia kerja.
”Program ini kita harapkan bisa memperkuat lulusan agar memiliki keahlian yang relevan. Pembinaan mahasiswa ini umumnya dimulai dari Kerja Praktik (KP), lalu berlanjut ke magang, hingga akhirnya diimplementasikan dalam Tugas Akhir (TA) sesuai bidang fokus yang diminati mahasiswa,” ungkap Dr. Ismit.

Menurutnya, kehadiran penguji eksternal sangat penting untuk menguji kemampuan akademik serta kesiapan mahasiswa secara langsung dari sudut pandang industri.
Selain itu, kolaborasi ini membuka ruang sinergi antara teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan dinamika praktis di lapangan.
”Secara teoritis dan analitis, permasalahan di lapangan dapat kita kaji di dunia kampus. Namun, kita juga membutuhkan nilai-nilai praktis dari para praktisi. Bahasa praktisi dan akademik itu sering kali berbeda, dan ruang sidang skripsi inilah yang menjadi salah satu wadah untuk mempertemukan keduanya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dr. Ismit menyebutkan sejauh ini pihak kampus telah menjalin kerja sama pengujian eksternal dengan sejumlah instansi dan perusahaan regional. Di antaranya Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Kota Tarakan terkait dinamika beban listrik, PLTU Kelapis di Kabupaten Malinau, hingga PT Siantar Tara Sejati.
Ke depan, ia berharap semakin banyak perusahaan dan stakeholder di Kalimantan Utara yang siap membuka diri untuk memfasilitasi, memediasi, serta menjadi penguji bagi mahasiswa FT UBT.
”Harapan kita ke depan sinergi ini terus meluas. Tinggal bagaimana penyebaran mahasiswa kita dan komitmen dari industri untuk bersama-sama memfasilitasi pengembangan SDM ini,” pungkasnya.(*/mt)












Discussion about this post