• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Pendidikan

Ketatanegaraan di Era Digital, ULM Gelar Kuliah Umum Bersama Kapaolda Kalsel dan Rektor UBT 

by Redaksi
29 Mei 2025 11:21
in Pendidikan
A A
Ketatanegaraan di Era Digital, ULM Gelar Kuliah Umum Bersama Kapaolda Kalsel dan Rektor UBT 

Rektor UBT Prof. Dr.Yahya Ahmad Zein menjadi narasumber kuliah umum yang digelar Universitas Lambung Mangkurat. Foto: ist

Baca Juga

PPDB Online Kaltara 2026 Dimulai 17 Juni, Disdikbud Garansi Server Aman dan Minta Warga Tak Panik

Gubernur Zainal Beri Dukungan Pemulihan bagi Mahasiswi Asal Kaltara di Makassar

Perpisahan SMPN Terpadu Unggulan I Tana Tidung, Bupati Ibrahim Ali Beri Motivasi Siswa

Perkuat Peran Kepala Sekolah, Disdikbud Tana Tidung Dorong Program SUMD

BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sukses menyelenggarakan kuliah umum bertema “Tantangan dan Peluang Ketatanegaraan dan Kebijakan Publik di Era Digital” pada Rabu, (28/5/25).

Acara yang berlangsung di General Building Lecture Theater ULM ini menjadi ajang diskusi penting mengenai adaptasi sistem negara di tengah derasnya arus digitalisasi.

Kuliah umum ini menghadirkan dua narasumber utama, Inspektur Jenderal Polisi Rosyanto Yudha Hermawan, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Kapolda Kalsel), yang bertindak sebagai keynote speaker, serta Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, Guru Besar Hukum Tata Negara dari Universitas Borneo Tarakan (UBT) yang juga menjabat sebagai Rektor UBT.

Dalam sambutannya, Kapolda Kalsel, Irjen Rosyanto Yudha Hermawan, menekankan urgensi sinergi berbasis ilmu pengetahuan dalam menghadapi era digital.

Ia mengajak seluruh civitas akademika ULM dan masyarakat Kalimantan Selatan untuk berkolaborasi dalam menemukan solusi ilmiah demi mewujudkan masyarakat yang maju, aman, mandiri, dan berdaya saing.

“Kita harus berkolaborasi, memberikan pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat agar bijak dalam dunia digital. Kebijakan publik harus dibangun secara adaptif dan responsif terhadap perkembangan zaman,” tegas Kapolda.

Sesi yang paling dinanti adalah pemaparan dari Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, seorang pakar Hukum Tata Negara, yang mengupas tuntas bagaimana perkembangan digital memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan, khususnya dalam ranah pemerintahan dan sistem ketatanegaraan.

Prof. Yahya mengawali pemaparannya dengan menyoroti posisi strategis Indonesia di kancah global. “Indonesia, sebagai negara dengan populasi keempat terbesar di dunia dan tingkat penetrasi internet lebih dari 77 persen, memiliki potensi besar dalam transformasi digital. Kondisi ini menempatkan Indonesia sebagai aktor strategis di kawasan Asia Tenggara,” jelas Prof. Yahya.

Menurutnya, revolusi digital menuntut pergeseran paradigma fundamental dalam sistem pemerintahan. Jika sebelumnya fokus tertuju pada struktur kekuasaan konvensional, kini pemerintah harus mampu menyesuaikan diri dengan pemanfaatan data, teknologi informasi, dan platform digital dalam tata kelola negara.

Hal ini berarti ketatanegaraan, yang dulunya berlandaskan struktur kekuasaan yang jelas, kini menghadapi tantangan baru dalam mengintegrasikan data besar, kecerdasan buatan (AI), dan platform digital untuk pengambilan keputusan dan layanan publik.

Prof. Yahya menjelaskan bahwa teknologi digital telah membawa perubahan revolusioner dalam sektor pemerintahan. Berbagai negara, termasuk Indonesia, mulai mengadopsi konsep e-Government untuk meningkatkan efisiensi layanan publik.

Lebih jauh, teknologi memungkinkan pemanfaatan big data dan kecerdasan buatan (AI) dalam proses pengambilan keputusan kebijakan, serta mendukung pembangunan smart city.

“Misalnya, dengan menganalisis data besar, pemerintah dapat memiliki pemahaman yang jauh lebih baik mengenai kebutuhan masyarakat, memungkinkan alokasi sumber daya yang lebih efektif dan tepat sasaran,” urainya.

Ini menunjukkan, sebut Yahya bagaimana digitalisasi dapat menciptakan pemerintahan yang lebih responsif dan berorientasi pada data.

Era digital juga mengubah lanskap kebijakan publik secara signifikan, menjadikannya lebih responsif dan adaptif. Prof. Yahya menyoroti bagaimana platform digital memungkinkan pemerintah untuk bereaksi cepat terhadap perubahan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, digitalisasi memfasilitasi partisipasi masyarakat yang lebih luas dalam proses perumusan kebijakan.

“Pemerintahan terbuka menjadi lebih mudah terwujud di era digital, di mana data dan informasi kebijakan dapat diakses oleh masyarakat secara transparan. Banyak pemerintah daerah di Indonesia telah menggunakan platform online untuk konsultasi publik dan pelaporan kinerja pemerintah,” tambahnya.

Rektor UBT Prof. Dr.Yahya Ahmad Zein menjadi narasumber kuliah umum yang digelar Universitas Lambung Mangkurat. Foto: ist

Prof. Yahya merangkum fokus utama kebijakan publik di era digital menjadi tiga pilar:

 * Meningkatkan efisiensi dan efektivitas: Pemanfaatan teknologi untuk mengoptimalkan proses birokrasi dan penyampaian layanan.

 * Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas: Memastikan data dan informasi pemerintahan mudah diakses oleh publik.

 * Meningkatkan partisipasi masyarakat: Mendorong keterlibatan aktif warga dalam proses pembuatan kebijakan.

Meskipun demikian, Prof. Yahya tidak menampik bahwa era digital juga membawa tantangan besar bagi ketatanegaraan. Isu keamanan siber menjadi perhatian utama.

“Dengan data dan informasi yang lebih terbuka, potensi penyalahgunaan, baik oleh pihak eksternal maupun internal, menjadi ancaman nyata,” tegasnya.

Selain itu, ketimpangan akses teknologi menjadi masalah krusial. Tidak semua lapisan masyarakat memiliki akses yang setara terhadap teknologi digital, yang dapat memperlebar kesenjangan dalam penerimaan kebijakan dan layanan publik.

Masalah lain yang tak kalah serius adalah penyebaran hoaks dan disinformasi melalui media sosial, yang berpotensi memengaruhi persepsi masyarakat terhadap kebijakan publik dan bahkan merusak kohesi sosial.

Sebagai penutup, Prof. Yahya menekankan bahwa era digital membawa dampak yang tak terhindarkan terhadap ketatanegaraan dan kebijakan publik. Pemerintah harus siap menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang yang ditawarkan teknologi digital. Era ini membuka jalan bagi kebijakan yang lebih transparan, efisien, dan partisipatif, namun tetap memerlukan perhatian serius terhadap isu-isu seperti keamanan data dan ketimpangan akses.

“Sebagai masyarakat, kita juga harus terus beradaptasi dengan perubahan ini agar dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembuatan kebijakan yang lebih baik,” pungkas Prof. Yahya, menggarisbawahi pentingnya peran kolektif dalam menghadapi era digital.

Sementara itu, Ketua pelaksana kegiatan, Siti Mauliana Hairini, menambahkan bahwa kuliah umum ini merupakan wujud nyata komitmen ULM dalam merespons dinamika ketatanegaraan dan kebijakan publik di era digital.

“Kami menghadirkan Kapolda Kalsel sebagai representasi penegak hukum yang memahami tantangan digital saat ini, dan Guru Besar Hukum Tata Negara untuk memberikan perspektif akademik yang mendalam. Dunia digital menuntut peran kenegaraan yang aktif dan progresif,” tutupnya.(**)

Tags: Era DigitalGuru Besar UBTHeadlineKapolda KalselKetatanegaraanprof Yahya Ahmad ZeinRektor UBTUniversitas Lambung Mangkurat

Berita Lainnya

PPDB Online Kaltara 2026 Dimulai 17 Juni, Disdikbud Garansi Server Aman dan Minta Warga Tak Panik
Pendidikan

PPDB Online Kaltara 2026 Dimulai 17 Juni, Disdikbud Garansi Server Aman dan Minta Warga Tak Panik

18 Mei 2026 12:39
Daerah

Gubernur Zainal Beri Dukungan Pemulihan bagi Mahasiswi Asal Kaltara di Makassar

15 Mei 2026 18:01
Perpisahan SMPN Terpadu Unggulan I Tana Tidung, Bupati Ibrahim Ali Beri Motivasi Siswa
Daerah

Perpisahan SMPN Terpadu Unggulan I Tana Tidung, Bupati Ibrahim Ali Beri Motivasi Siswa

13 Mei 2026 17:48
Perkuat Peran Kepala Sekolah, Disdikbud Tana Tidung Dorong Program SUMD
Daerah

Perkuat Peran Kepala Sekolah, Disdikbud Tana Tidung Dorong Program SUMD

12 Mei 2026 11:04
Bukan Soal Akreditasi, Ini Alasan Rencana Merger SMPN 13 Tarakan
Pendidikan

Bukan Soal Akreditasi, Ini Alasan Rencana Merger SMPN 13 Tarakan

10 Mei 2026 10:46
DPRD Tarakan Pasang Badan Tolak Merger SMPN 13 dan SMPN 14
Parlemen

DPRD Tarakan Pasang Badan Tolak Merger SMPN 13 dan SMPN 14

9 Mei 2026 19:00
Next Post

Bupati Tana Tidung dan MPR RI Bahas Peluang Perdagangan Karbon di Kaltara

Sat Polrairud Polres Tarakan Laksanakan Program " Satu Hari Satu Kebaikan", Bantu Warga Sakit di Pelabuhan Tengkayu II

Atasi Trauma Kakak Korban Hanyut, DP3AKB Balikpapan Beri Pendampingan Psikologis

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Perkuat Sinergi di Bumi Benuanta, Kapolda Kaltara Terima Kunjungan Dan Grup 4 Kopassus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolda Kaltara Pimpin Upacara Pembinaan Tradisi dan Pembaretan, 100 Bintara Remaja Resmi Jadi Bhayangkara Sejati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Tahap Pondasi, Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Terus Berjalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tebar Kepedulian, Yonif 880/Banuanta Hadirkan Senyum di Panti Asuhan Ar-Rahman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wakapolda Kaltara Pimpin Exit Meeting Audit Kinerja 2026, Tekankan Pembenahan dan Akuntabilitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Menguji Taji Long Weekend Terhadap Ekonomi Kaltara

Menguji Taji Long Weekend Terhadap Ekonomi Kaltara

18 Mei 2026 22:54
Perjuangkan Keluhan Warga di Reses, Supa’ad Desak Pelni dan KSOP Buka Rute Tarakan-Surabaya

Perjuangkan Keluhan Warga di Reses, Supa’ad Desak Pelni dan KSOP Buka Rute Tarakan-Surabaya

18 Mei 2026 22:39
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP