TARAKAN, Fokusborneo.com – Sinergi antara aktivis literasi dan pengambil kebijakan di Kalimantan Utara (Kaltara) memasuki babak baru. Melalui agenda Capacity Building bertajuk “Menjadi yang Terbaik di Peran Anda” yang digelar di Griya Wisata Persemaian, Tarakan, Sabtu (27/12/25), komitmen besar untuk memperkuat ekosistem baca di Bumi Benuanta semakin nyata.
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kaltara sekaligus Pembina TBMI Kaltara, Supa’ad Hadianto, S.E., memberikan sorotan khusus terhadap gerakan ini. Meski berhalangan hadir secara fisik, pesan yang disampaikannya melalui staf ahli membawa angin segar bagi para pegiat literasi, terutama terkait keberlanjutan gerakan dan perlindungan hukum.
Bagi Supa’ad, gerakan literasi yang digawangi Taman Baca Masyarakat Indonesia (TBMI) Kaltara bukan sekadar aktivitas rutin, melainkan investasi jangka panjang. Ia menekankan bahwa kualitas sebuah daerah sangat bergantung pada sejauh mana generasinya mencintai ilmu pengetahuan.
“Literasi bukan semata-mata urusan tumpukan buku, tetapi tentang bagaimana kita menyiapkan masa depan generasi. Dedikasi pengurus TBMI Kaltara adalah bukti nyata komitmen membangun budaya berpikir kritis,” tegas Supa’ad dalam keterangannya.
Ia juga menggarisbawahi penguatan kapasitas (capacity building) seperti ini sangat strategis. Menurutnya, pegiat literasi harus memiliki kemampuan organisasi yang mumpuni agar dampak sosial yang dihasilkan bisa meluas hingga ke pelosok lingkungan masyarakat.
Kabar paling signifikan dalam kegiatan ini adalah komitmen DPRD Kaltara untuk memayungi gerakan literasi dengan regulasi yang kuat. Supa’ad mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan langkah legislasi yang konkret.
“Kami di DPRD bersama Pemerintah Provinsi Kaltara berkomitmen memperkuat landasan hukum literasi. Pada tahun 2026, melalui Propemperda, kami merencanakan penyusunan Raperda tentang Perbukuan dan Literasi,” ungkap politisi NasDem.
Langkah ini diambil agar gerakan literasi tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan tumbuh secara sistematis dan terarah dengan dukungan penuh dari negara.
Kegiatan ini diikuti berbagai elemen mahasiswa dan komunitas, mulai dari HMJ BDP, MSP, STIMIK PPKIA, hingga BEM Perikanan UBT dan Komunitas Literasi Jalanan.
Kepala Cabang Disdikbud Kaltara Wilayah Tarakan, Mustari, M.Pd., yang hadir mewakili Gubernur, memberikan apresiasi serupa. Ia menyebut gerakan yang dimotori anak muda seperti TBMI Kaltara sebagai fenomena positif yang langka namun sangat dibutuhkan.
Ketua Umum TBMI Kaltara, Husnul Jojon, menutup kegiatan dengan menegaskan bahwa semangat kolaborasi adalah kunci. Dengan adanya dukungan dari tokoh seperti Supa’ad Hadianto dan pemerintah daerah, ia optimis budaya baca di Kaltara akan terus menyala.(*/mt)















Discussion about this post