NUNUKAN, Fokusborneo.com – Nuansa keakraban menyelimuti Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMAIT) Ibnu Sina Kabupaten Nunukan, Sabtu (24/1/26).
Sekolah yang terletak di beranda utara Indonesia ini mendapat kehormatan dengan kunjungan silaturahmi dari Yang Amat Berhormat (YAB) Dato’ Panglima Perang Ustadz Dato’ H. Moh. Nassuruddin bin H. Daud, Menteri Besar Kelantan, Malaysia.
Kehadiran orang nomor satu di Negeri Kelantan tersebut tidak sendirian. Beliau didampingi oleh istri tercinta, Yang Amat Berbahagia (YABhg) Datin Nor Hanita binti Wan Yaacob, beserta rombongan delegasi yang berjumlah 17 orang.
Rombongan tamu mancanegara ini, disambut langsung Muhammad Nasir, S.Pi, MM, selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Ibnu Sina yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Dalam prosesi penyambutan tersebut, Nasir didampingi jajaran pengelola yayasan saat menyampaikan selamat datang kepada delegasi Kelantan.
Tampak hadir dalam rombongan Menteri Besar Kelantan sejumlah tokoh penting, di antaranya Dato’ H. Abd. Rahman bin Yunus, H. Zuraidin bin Abdullah, Ustadz Ku M. Zaki bin Hussin, serta Razuan bin Awang Hamad yang merupakan Pengarah Urus Setia Penerangan dan Komunikasi Negeri Kelantan.
Muhammad Nasir menjelaskan perjalanan panjang Yayasan Ibnu Sina yang kini telah bertransformasi menjadi pilar pendidikan di Nunukan.
Saat ini, yayasan membawahi berbagai jenjang pendidikan Islam terpadu, mulai dari Taman Penitipan Anak (TPAIT), Taman Kanak-Kanak (TKIT), Sekolah Menengah Pertama (SMPIT), hingga Sekolah Menengah Atas (SMAIT). Dengan total sekitar 1.200 peserta didik, Yayasan Ibnu Sina terus berupaya memberikan layanan pendidikan terbaik.
Khusus untuk jenjang SMAIT, saat ini terdapat 76 siswa yang terbagi dalam program Boarding School (asrama) dan Full Day School. Meski mengakui adanya tantangan dari sisi sarana prasarana, Nasir menegaskan semangat mereka tidak pernah surut.
”Secara fisik mungkin sekolah kami belum besar, fasilitas dan ruang belajar masih terbatas, namun kami memiliki cita-cita yang besar. Kami ingin melahirkan generasi yang kuat iman dan akhlaknya, cerdas secara intelektual, serta siap menjadi pemimpin umat, khususnya dari wilayah perbatasan seperti Nunukan,” ungkap Nasir.

Menteri Besar Kelantan, Moh. Nassuruddin bin H. Daud, dalam sambutan balasannya mengungkapkan kunjungannya ke Nunukan merupakan bentuk kerinduan akan persaudaraan Islam.
Lawatan ini bermula saat ia melakukan kunjungan kerja ke Kota Tawau, Sabah. Menyadari posisi Pulau Nunukan yang sangat dekat secara geografis dengan Malaysia, ia merasa terpanggil untuk melihat langsung lembaga pendidikan Islam di sana.
Moh. Nassuruddin menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi Yayasan Ibnu Sina dalam mengintegrasikan keilmuan sains dengan nilai-nilai ketuhanan.
“Konsep pendidikan terpadu adalah kunci utama dalam membentuk manusia yang tidak hanya cerdas secara akal, tetapi juga mulia secara spiritual,” ujarnya.
Pertemuan bersejarah ini diharapkan menjadi pintu gerbang kolaborasi yang lebih luas.
Muhammad Nasir menyampaikan rasa syukur atas perhatian besar dari Pemerintah Negeri Kelantan. Ia berharap pertemuan ini segera membuahkan kerja sama nyata di masa depan.
”Harapan kami ada program pertukaran pelajar untuk memperluas cakrawala siswa di kedua negara. Serta bisa meningkatkan mutu kurikulum pendidikan Islam dan membangun ekosistem sekolah Islam yang kuat antara Kelantan dan Nunukan,” ungkapnya.
Kunjungan ditutup dengan suasana penuh kehangatan, menandai babak baru penguatan ukhuwah Islamiyah dan sinergi pendidikan lintas negara demi kemajuan generasi muda di wilayah serumpun.(*/mt)















Discussion about this post