TARAKAN, Fokusborneo.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tarakan mulai berjalan sejak tahun lalu, pelaksanaannya belum menyentuh seluruh satuan pendidikan.
Berdasarkan data evaluasi terbaru, puluhan sekolah tingkat SD dan SMP diketahui belum mendapatkan distribusi makanan karena terkendala kesiapan infrastruktur pendukung.
Ketua Komisi II DPRD Kota Tarakan, Simon Patino, mengungkapkan berdasarkan hasil pertemuan koordinasi, sebanyak 20 SD dan 10 SMP di Tarakan tercatat belum menerima program MBG. Kendala teknis pada sisi penyedia atau dapur umum.
Simon menyebutkan ada sekitar 8 dapur produksi yang dinyatakan belum siap untuk menyuplai kebutuhan makanan dalam skala besar.
”Kita sedang evaluasi semua hari ini. Masalahnya ada beberapa dapur yang belum siap, sekitar delapan. Nanti kita cari formula apa yang akan diambil untuk mengatasi masalah ini,” ujar Simon, Rabu (11/2/26).
Selain masalah distribusi, Simon juga menyoroti beberapa catatan lapangan terkait teknis pelaksanaan di sekolah yang sudah berjalan.
Muncul keluhan siswa yang tersedak saat makan seperti di SMP Negeri 1 Kota Tarakan. Meski sekolah telah menyiapkan rata-rata 5 dispenser dengan konsumsi hingga 7 galon per hari, pihak sekolah tetap mengimbau siswa membawa tumbler (botol minum) sendiri untuk memastikan kecukupan hidrasi.
Terkait keluhan variasi buah, Simon menegaskan standar MBG mewajibkan menu yang seragam.
“Begitu keluar satu menu, semua harus sama. Tidak bisa menyesuaikan keinginan perorangan anak-anak,” jelasnya.
Dengan anggaran sekitar Rp15.000 per porsi makanan yang dibagi Rp10.000 untuk bahan, Simon menilai kualitas makanan yang sampai ke siswa sudah sangat layak dan masuk akal secara hitungan ekonomi lapangan.
Untuk sekolah yang sudah berjalan, Simon mengapresiasi sistem distribusi yang mulai teratur. Makanan dikelompokkan berdasarkan label kelas, lalu dibagikan oleh perwakilan murid ke rekan-rekan kelasnya.
Sedangkan makanan yang tidak termakan oleh siswa tertentu, ia menyarankan agar makanan tersebut diberikan kepada teman yang lain agar tidak mubazir.
DPRD Kota Tarakan akan kembali mengagendakan pertemuan lanjutan untuk memastikan SMP dan SD yang tersisa segera mendapatkan hak program MBG setelah kendala dapur teratasi.(*/mt)













Discussion about this post