TANJUNG SELOR – Semangat membangun sumber daya manusia dari desa diperkirakan akan semakin menguat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Borneo Tarakan (UBT). Salah satu inisiatif yang dinilai akan memberi dampak nyata adalah program Bimbingan Belajar yang dijalankan mahasiswa KKN Kelompok 31 bagi anak-anak sekolah dasar di sekitar Posko KKN 31, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.
Program yang dijadwalkan berlangsung setiap Selasa dan Jumat pukul 16.00–17.00 WITA itu diproyeksikan menjadi ruang belajar alternatif yang menyenangkan sekaligus membantu anak-anak mengatasi kesulitan belajar yang masih mereka hadapi.
Penanggung jawab kegiatan, Nirmala, Nur Ain, dan Meilyanti, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang berdasarkan kebutuhan nyata peserta. Sebelum pembelajaran dimulai, mahasiswa lebih dahulu berdialog dengan anak-anak untuk mengetahui kesulitan yang mereka alami.
“Dari hasil diskusi, kami menemukan masih ada anak yang belum lancar membaca meskipun sudah berada di kelas atas sekolah dasar. Sebagian lainnya masih mengalami kesulitan dalam operasi hitung dasar. Karena itu materi kami sesuaikan dengan kebutuhan mereka,” ungkap tim pelaksana.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa membagi peserta berdasarkan jenjang kelas. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami. Setelah penjelasan, peserta diberi kesempatan bertanya melalui sesi interaktif sebelum mengerjakan satu hingga dua soal sebagai bentuk evaluasi pemahaman. Pola pembelajaran tersebut akan terus diterapkan hingga akhir masa pengabdian.
Dosen Pembimbing Lapangan, M. Thobroni, menilai program seperti ini akan menjadi investasi sosial yang penting bagi pembangunan daerah.
“Pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan. Ketika mahasiswa hadir mendampingi anak-anak belajar sejak dini, mereka bukan hanya membantu meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat belajar. Program sederhana seperti ini berpotensi melahirkan dampak jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bulungan,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Kelompok KKN 31, Wahyudi, mengatakan bahwa mahasiswa ingin memastikan keberadaan mereka memberi manfaat yang dapat dirasakan langsung masyarakat.
“Kami berharap anak-anak memiliki pengalaman belajar yang lebih menyenangkan. Jika mereka semakin percaya diri membaca, menulis, dan berhitung, maka tujuan utama program ini telah tercapai. Kami juga berharap budaya belajar dapat terus tumbuh meskipun program KKN telah selesai,” katanya.
Para penanggung jawab kegiatan juga mengaku memperoleh pengalaman berharga selama mendampingi peserta.
“Kami belajar bahwa setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda. Ketika materi disampaikan dengan pendekatan yang lebih sederhana dan penuh kesabaran, mereka jauh lebih berani bertanya dan mencoba menyelesaikan soal. Perkembangan itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami,” tutur Nirmala bersama Nur Ain dan Meilyanti.
Antusiasme serupa datang dari peserta bimbingan belajar. Salah seorang siswa mengaku kini lebih percaya diri membaca di depan teman-temannya.
“Dulu saya masih sering terbata-bata kalau membaca. Sekarang sudah lebih lancar karena kakak-kakak selalu membimbing sampai saya bisa,” ujarnya.
Peserta lainnya mengatakan bahwa pelajaran matematika yang sebelumnya terasa sulit kini menjadi lebih mudah dipahami.
“Sekarang saya mulai mengerti cara menghitung penjumlahan dan perkalian. Belajar bersama kakak-kakak menyenangkan karena kalau belum paham boleh bertanya lagi,” katanya sambil tersenyum.
Program bimbingan belajar ini dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, yang merupakan pusat pemerintahan sekaligus lokasi ibu kota Provinsi Kalimantan Utara. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya memberikan solusi atas kebutuhan pembelajaran saat ini, tetapi juga menumbuhkan budaya literasi yang akan menjadi modal penting bagi pembangunan daerah pada masa depan.
Dengan pendampingan yang dilakukan secara konsisten, kegiatan tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu warisan pengabdian mahasiswa UBT yang memberi manfaat berkelanjutan bagi generasi muda di pedalaman Kalimantan, sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi sebagai mitra masyarakat dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. (**)














Discussion about this post