TARAKAN, Fokusborneo.com – Akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera kini bukan lagi sekadar impian.
Kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 59 Tarakan dengan sistem berasramanya dinilai menjadi terobosan jitu dalam membangun karakter sekaligus mendongkrak mutu SDM di Kalimantan Utara (Kaltara).
Pujian dan optimisme ini mengalir langsung dari Ketua DPRD Kota Tarakan, Muhammad Yunus, saat memantau langsung kegiatan Open House SRT 59 Tarakan pada Jumat (10/7/26).
Di mata Yunus, proyek pendidikan ini adalah investasi masa depan yang wajib dikawal bersama.
“Sekolah ini melampaui konsep pendidikan gratis biasa. Di sini, anak-anak ditempa secara akademis, disiplinnya dibentuk, dan keahliannya diasah. Saya sangat yakin, jebolan Sekolah Rakyat ini bakal jadi motor penggerak generasi unggul kita ke depan,” ungkap Yunus mantap.
Sembari berkeliling, Yunus menyempatkan diri memeriksa sarana asrama, ruang kelas, hingga mencermati pola asuh yang diterapkan.
Ia mengaku kagum dengan pendekatan holistik sekolah yang tidak hanya mengejar nilai di atas kertas, tetapi juga sangat memperhatikan asupan gizi, kesehatan, dan mentalitas para murid.
Melihat transformasi positif para siswa di sana, Yunus makin percaya keterbatasan ekonomi bukanlah pembatas prestasi, asalkan anak-anak diberikan ruang dan bimbingan yang mumpuni.
Kendati fasilitas yang disediakan sudah jempolan, Yunus mengingatkan kunci keberhasilan program ini tetap berada di tangan keluarga. Orang tua dituntut memiliki visi jangka panjang dan tidak mengorbankan masa depan anak demi tuntutan ekonomi sesaat.
“Pihak sekolah sudah berupaya maksimal menyediakan segalanya secara cuma-cuma dan berkualitas. Sekarang giliran orang tua yang harus pasang badan memberi dukungan penuh. Ingat, modal paling berharga untuk mengubah nasib keluarga adalah pendidikan anak,” tegasnya.
Politisi Gerindra itu menaruh harapan besar agar SRT 59 Tarakan mampu bertransformasi menjadi role model pendidikan inklusif di Kaltara sebuah rahim yang melahirkan generasi mandiri, berintegritas, dan siap membangun daerah.(**)














Discussion about this post