TARAKAN, Fokusborneo.com – Peringatan Hari Listrik Nasional (Harlisnas) ke-81 sekaligus perayaan 25 tahun Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Borneo Tarakan (UBT) dan HUT ke-14 Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi momentum strategis dalam memperkuat peta jalan pembangunan kelistrikan di Kaltara.
Mengusung semangat kolaborasi lintas sektor, acara puncak ini sukses digelar di ruang pertemuan Lantai 4 Gedung Rektorat UBT, Minggu, 25 Oktober 2026.
Kegiatan yang diinisiasi Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro (HMTE) UBT ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah diskusi konstruktif mengenai masa depan ketenagalistrikan daerah.
Memasuki usia seperempat abad, Program Studi Teknik Elektro UBT menegaskan komitmennya untuk memperluas kontribusi nyata dalam pembangunan infrastruktur dan sektor kelistrikan di Kaltara.
Koordinator Program Studi Teknik Elektro UBT, Dr. Ir. Patria Julianto, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., memaparkan riset-riset akademis yang dihasilkan mahasiswa dan dosen ke depan akan difokuskan untuk memecahkan berbagai persoalan spesifik seputar kelistrikan di wilayah Kaltara.
Pada tahun 2027 mendatang, program studi ini juga menargetkan proses reakreditasi dengan optimisme tinggi untuk meraih predikat nilai unggul.
”Dalam konsep kami yaitu trihelix, antara pemerintah, industri—nah, PLN itu bagian dari industri—dan akademisi, kami itu ingin ketiganya berkolaborasi,” ujar Patria Julianto.
Ia menambahkan, merespons rencana pemerintah daerah yang akan memperbanyak Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) khususnya bagi desa-desa yang belum terjangkau jaringan listrik, pihak akademisi siap membantu mendesain spesifikasi peralatan, perhitungan kebutuhan beban, hingga pemilihan perangkat yang tepat sesuai karakteristik desa.
Selain itu, mahasiswa Teknik Elektro saat ini turut aktif merancang perencanaan interkoneksi jaringan antarkota menggunakan kabel bawah laut.
”Misalnya yang sekarang lagi running ini, antara Sekatak ke Tarakan. Nanti nantinya dari Sekatak ke Tarakan itu akan terhubung melalui kabel bawah laut. Nah, mahasiswa kami membantu mendesikannya,” jelas Patria.
Ia juga menegaskan kurikulum program studi telah disesuaikan agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan era transisi energi di mana pembangkit konvensional mulai ditinggalkan secara bertahap.

Di sisi lain, dunia industri menyambut hangat uluran tangan dari institusi pendidikan tinggi. Manager PT PLN UP3 Kaltara, Dody Suhendra, menegaskan universitas dan dunia industri merupakan dua elemen yang tidak bisa dipisahkan dalam memajukan daerah.
“Karena memang universitas dan dunia industri kan tidak bisa dipisahkan, tentunya penyediaan SDM yang handal, kerja sama penelitian dan riset semuanya itu bisa dilakukan dengan universitas yang ada,” tutur Dody.
Ia menyatakan PLN membuka pintu seluas-luasnya bagi mahasiswa UBT yang ingin melaksanakan penelitian, magang, kerja praktik, hingga penyusunan tugas akhir atau skripsi di lingkungan operasional PLN UP3 Kaltara.
Pihak kampus dinilai lebih memahami kebutuhan riset spesifik di lapangan, sehingga PLN akan terus memperkuat koordinasi dan kerja sama penuh dengan pihak universitas.
Mengingat Kaltara memiliki banyak program skala besar yang baru, PLN mengajak sivitas akademika untuk bersama-sama mengembangkan berbagai riset terkait pengukuran jaringan, pemenuhan pasokan, dan keandalan sistem.
”Tentunya terus berlanjutlah kerja sama itu ya, karena sekali lagi kerja sama antara universitas dan industri itu demi kemajuan kedua belah pihak dan juga tentunya nanti ke bangsa dan negara,” pungkas Dody.
Acara peringatan Harlisnas dan HUT ke-25 Teknik Elektro UBT ini turut menghadirkan pemaparan materi mendalam dari sejumlah narasumber penting, yaitu Ir. Zulkifli, M.T. selaku Tenaga Ahli Gubernur Bidang Pengembangan Investasi, Energi dan Sumber Daya Mineral, serta Rudi Hartono, S.T., M.H. selaku Tenaga Ahli Gubernur Bidang Penyelenggaraan Evaluasi dan Pengendalian Pertambangan Dinas ESDM Kaltara yang juga merupakan alumni Teknik Elektro UBT.
Melalui sinergi erat antara pemerintah, PLN, dan program studi Teknik Elektro UBT, diharapkan mampu mencetak lulusan insinyur yang tangguh, adaptif terhadap transisi energi, serta siap menjadi motor penggerak kemajuan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Bumi Benuanta.(*/mt)












Discussion about this post