• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Parlemen

Urai Masalah Klasik Bantuan Nelayan, DPRD Tarakan Tekankan Reformasi Pola Penyaluran

by Redaksi
01/10/2025
in Parlemen, Politik
A A
Urai Masalah Klasik Bantuan Nelayan, DPRD Tarakan Tekankan Reformasi Pola Penyaluran

Komisi 2 DPRD Kota Tarakan kunjungan kerja ke Dinas Perikanan bahas soal bantuan nelayan. Foto: Fokusborneo.com

​TARAKAN, Fokusborneo.com – Komisi 2 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan menyoroti persoalan krusial dalam penyaluran bantuan alat tangkap dan budidaya di Kota Tarakan.

Dalam kunjungan kerja ke Dinas Perikanan, Rabu (1/10/25), legislatif mendesak eksekutif untuk mengidentifikasi secara spesifik nelayan murni guna mengatasi praktik penyalahgunaan bantuan kelompok ‘abal-abal’ yang terbukti menjual kembali bantuan hanya dalam hitungan hari.

Baca Juga

Memperingati 30 Tahun Kudatuli, DPC PDI Perjuangan Tarakan Refleksikan Sejarah Perjuangan Demokrasi

Datangi KemenPU, Pemprov dan DPRD Kaltara Perjuangkan Akses Jalan Lembudu – Binuang di Perbatasan

Diwakili Kesbangpol, Bupati Tana Tidung Sampaikan Arah Politik pada Pembukaan Musda Golkar

Dorong Pemilu Ramah Disabilitas, Bawaslu Tarakan Siap Hadirkan Solusi untuk Pemilih Tuli di TPS

​Kunjungan yang dipimpin langsung Ketua Komisi 2, Simon Patino, diterima Kepala Dinas Perikanan, Ardiansyah, bersama seluruh jajaran. Fokus utama pertemuan ini, reformasi pola penyaluran bantuan dan penataan data nelayan.

​​Anggota Komisi 2 DPRD Tarakan, Abdul Kadir, memaparkan hasil observasinya di lapangan. Ia menekankan perlunya perubahan pola pikir di DPRD dan eksekutif agar fokus pada kemandirian daerah dengan mengidentifikasi kebutuhan spesifik masyarakat di setiap sektor.

​”Hari ini kami koordinasi perikanan, maka kami berbicara tentang budidaya dan alat tangkap,” ujar Abdul Kadir.

Ia kemudian memaparkan problem utama yang dihadapi dalam penyaluran bantuan, di mana bantuan sering tidak tepat sasaran.

​Berdasarkan pengalamannya selama kurang lebih empat tahun menyalurkan bantuan, ia mengklasifikasikan nelayan ke dalam tiga tipe yang membutuhkan strategi penanganan berbeda yaitu nelayan abal-abal, musiman dan murni.

Nelayan abal-abal ini, kata kadir menerima bantuan hanya untuk dijual kembali bukan buat usaha atau mencari nafkah. “Dapat jual, dapat jual begitu,” sebut Abdul Kadir.

Untuk nelayan musiman, sebutnya melaut secara tidak tetap, seperti memancing setiap minggu bersama keluarga.

Sedangkan nelayan nurni yang betul-betul menggantungkan hidup keluarga dari hasil tangkapnya, justru sering terlewatkan.

​”Ini yang sebenarnya yang perlu dibantu, yaitu nelayan yang betul-betul memang menghidupi keluarganya dari hasil tangkapnya,” tegasnya.

Untuk itu, Komisi 2 membutuhkan informasi spesifik mengenai persentase nelayan tangkap murni dan seberapa banyak dari mereka yang telah menerima bantuan dari APBN, APBD Provinsi, dan APBD Kota setiap tahunnya.

​​Kepala Dinas Perikanan Kota Tarakan, Ardiansyah, membenarkan adanya persoalan klasik tersebut. Ia mengakui bahwa penertiban kelompok penerima bantuan memang menjadi tantangan tersendiri bagi dinas.

​”Ini memang persoalan klasik yang ada di kami. Memang agak repotnya di sana, baru diberikan tiga hari setelah itu sudah dijualnya. Dan ini memang jadi catatan bagi kami bahwa kelompok tersebut itu akan kita tandai,” ujarnya.

​Ardiansyah menjelaskan, selain praktik penjualan kembali, ada pula kasus di mana bantuan, seperti mesin, digunakan untuk tujuan yang tidak sesuai, misalnya hanya memancing.

​Ardiansyah juga menyoroti adanya kesulitan yang dihadapi Dinas Perikanan dalam menyerap anggaran bantuan secara maksimal tahun ini, meskipun banyak alokasi dana yang masuk. Kesulitan ini disebabkan oleh pengetatan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan persyaratan administrasi.

​”Tahun ini kebetulan ada bantuan dari APBD juga, ada juga bantuan dari pusat yang diperjuangkan DPR RI seperti mesin. Jadi, ini agak banyak yang diterima tahun ini bantuan itu sehingga memang kami agak kesulitan mencari kelompok-kelompok nelayan ataupun budidaya yang memenuhi syarat untuk diberikan bantuan itu,” ungkapnya.

Komisi 2 DPRD Kota Tarakan kunjungan kerja ke Dinas Perikanan bahas soal bantuan nelayan. Foto: Fokusborneo.com

​Ia menegaskan, dinas berpegang pada SOP demi menjaga akuntabilitas. “Kami meminta maaf karena memang kami berpegang kepada SOP kami dan aturan yang ada. Syarat administrasi itu kami pertanggungjawabkan bahwa ini memang sudah sesuai,” ungkapnya.

​Syarat-syarat ketat yang menjadi kendala utama, termasuk kelompok harus minimal 1 tahun terbentuk. Bagi kelompok yang sudah menerima bantuan dari APBD, Provinsi, atau Pusat pada tahun sebelumnya, tidak bisa menerima lagi tahun ini.

Plt. Kabid Perikanan Tangkap dan Pengawasan Sumber Daya Perikanan, Eka Astuti menambahkan dari total 5.215 pelaku usaha perikanan, sekitar 3.800 di antaranya adalah nelayan. Namun, tidak semua terhimpun dalam Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang aktif.

​”Kendala kita di situ juga. Kemudian, meskipun mereka sudah kita himpun lebih dari 100 kelompok, hanya sebagian saja yang aktif,” jelas.

Kendala lain adalah kelengkapan dokumen seperti Kartu Kusuka, jaminan kesehatan, dan bukti kepemilikan perahu berupa Pas Kecil.

“Kadang kelompok mereka sudah lengkap ada BPJS, ada Kusuka, ternyata bukti kepemilikan kapalnya mereka tidak memiliki. Jadi kita harus urus lagi,” bebernya.

Sementara itu, untuk rincian data penyaluran bantuan perikanan tangkap, dari APBD Perubahan Kota Tarakan sebanyak 11 kelompok, APBD Provinsi 7 kelompok dan APBN 7 kelompok.

Eka menjelaskan batasan kuantitas bantuan juga menjadi masalah. “Kalau dia berupa mesin, mungkin turunnya enggak terlalu banyak. Sementara teman-teman nelayan ini kan untuk berkelompok sendiri, sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan, minimal sembilan orang. Ketika sudah mendapatkan bantuan dari pusat ini, hanya 5 yang diberikan per kelompok ini terkendala di kami, Pak,” ujarnya.

​Sebaliknya, sektor budidaya dan pengolahan disebut lebih mudah dalam penyaluran karena umumnya kelompoknya lebih tertib

​Kabid Budidaya, Husna Ersant Dirgantara, A.Pi, mengonfirmasikan banyaknya bantuan yang masuk untuk sektornya seperti budidaya rumput laut ada 6 paket bantuan terdiri dari lantai jemur, bibit, tali, terpal.

Untuk budidaya tambak, 2 kelompok dari APBD Kota terdiri dari bibit, cool box (kotak es) dan 6 kelompok dari provinsi. Sedangkan budidaya air tawar, ada 3 kelompok dari APBD kota dan 5 kelompok dari pusat termasuk satu kelompok penerima bantuan bioflok.

Bantuan pengolahan dan pemasaran, 10 kelompok dari APBD Kota, 12 kelompok dari pusat, dan 1 kelompok dari provinsi.

​”Untuk di pengelola, pembudidaya, dan pengolahan pemasaran memang tahun ini sangat banyak sekali, Pak, bantuan yang diterima, baik dari kota, pusat maupun provinsi,” pungkasnya.

​Kunjungan ini, diharapkan menjadi titik tolak bagi Dinas Perikanan untuk menyusun strategi baru yang lebih efektif dalam memverifikasi dan menyalurkan bantuan sehingga benar-benar dinikmati nelayan murni di Tarakan.(**)

 

Tags: Abdul KadirArdiansyahDinas PerikananDPRD Kota TarakanHeadlineKomisi 2 DPRD Kota TarakanNelayan

Berita Lainnya

Memperingati 30 Tahun Kudatuli, DPC PDI Perjuangan Tarakan Refleksikan Sejarah Perjuangan Demokrasi
Politik

Memperingati 30 Tahun Kudatuli, DPC PDI Perjuangan Tarakan Refleksikan Sejarah Perjuangan Demokrasi

27 Juli 2026 21:27
Datangi KemenPU, Pemprov dan DPRD Kaltara Perjuangkan Akses Jalan Lembudu – Binuang di Perbatasan
Parlemen

Datangi KemenPU, Pemprov dan DPRD Kaltara Perjuangkan Akses Jalan Lembudu – Binuang di Perbatasan

27 Juli 2026 11:43
Daerah

Diwakili Kesbangpol, Bupati Tana Tidung Sampaikan Arah Politik pada Pembukaan Musda Golkar

26 Juli 2026 15:59
Dorong Pemilu Ramah Disabilitas, Bawaslu Tarakan Siap Hadirkan Solusi untuk Pemilih Tuli di TPS
Politik

Dorong Pemilu Ramah Disabilitas, Bawaslu Tarakan Siap Hadirkan Solusi untuk Pemilih Tuli di TPS

25 Juli 2026 12:10
Sapa Warganet, Supa’ad Tunaikan Janji Beri Hadiah Pemenang Kuis Piala Dunia
Parlemen

Sapa Warganet, Supa’ad Tunaikan Janji Beri Hadiah Pemenang Kuis Piala Dunia

25 Juli 2026 10:28
Sinyal Lemot di Ibu Kota, DPRD Kaltara Semprot Penyedia Layanan
Parlemen

Sinyal Lemot di Ibu Kota, DPRD Kaltara Semprot Penyedia Layanan

24 Juli 2026 08:38
Next Post

Gubernur Ajak Penyuluh Majukan Pertanian

Kapolda Kaltara Berikan Penghargaan kepada Personel dan Warga Sipil Berprestasi

Kapolda Kaltara Berikan Penghargaan kepada Personel dan Warga Sipil Berprestasi

Disiplin dan Nasionalisme, Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Polresta Bulungan

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Di Gerbang Pesantren, Pelukan dan Doa Ibrahim Ali untuk Putri Sulung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Niat Menolong Berujung Petaka, Mahasiswa di Tarakan Ditikam Begal di Gusel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kaltara Raih Hibah Internasional Rp19,99 Miliar untuk Restorasi Mangrove 2026–2028

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelantikan 82 ASN di Tana Tidung, Bupati Tekankan Kinerja dan Integritas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkuat Komitmen untuk Masyarakat, Pelantikan PKK Karang Anyar Diwarnai Penyaluran Makanan Tambahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Memperingati 30 Tahun Kudatuli, DPC PDI Perjuangan Tarakan Refleksikan Sejarah Perjuangan Demokrasi

Memperingati 30 Tahun Kudatuli, DPC PDI Perjuangan Tarakan Refleksikan Sejarah Perjuangan Demokrasi

27 Juli 2026 21:27

TP PKK Bulungan Gencarkan Gemarikan Lewat Pelatihan Olahan Ikan

27 Juli 2026 19:14
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP