TARAKAN, Fokusborneo.com – Komisi III DPRD Kota Tarakan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tarakan pada Selasa (6/1/26).
Rapat ini membahas evaluasi capaian Penerangan Jalan Umum (PJU) tahun 2025 serta rencana pengalokasian anggaran untuk tahun 2026.
Dalam rapat tersebut, suasana sempat memanas saat Anggota Komisi III, Asrin Saleh, menyampaikan kekecewaannya terkait lambatnya pemasangan PJU di wilayah pesisir, khususnya sepanjang Jalan Poros Tanjung Pasir hingga Tanjung Batu.
Asrin menegaskan masyarakat pesisir telah berkontribusi melalui pajak retribusi PJU setiap kali membeli token listrik (KWH), namun manfaatnya belum dirasakan secara maksimal.
”Kami di DPR bukan anak-anak lagi yang hanya dijanjikan kata-kata manis. Dari 64 titik yang dijanjikan untuk Tanjung Pasir, baru terpasang 4 titik. Saya sempat diminta warga untuk menurunkan saja yang ada kalau memang tidak serius. Kami butuh bukti dan realisasi lapangan yang langsung dinikmati masyarakat,” tegas Asrin.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidnag (Kabid) Sarana dan Prasarana Dishub Kota Tarakan, Sukarman, menjelaskan kendala utama di lapangan adalah masalah teknis dan cuaca. Ia membantah hanya memberikan janji dan menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan pekerjaan.
”Jaringan sebenarnya sudah terpasang semua. Kendala kemarin adalah teknisi dan cuaca yang tidak mendukung. Hari ini, jika cuaca bagus, kami targetkan 14 lampu lagi akan terpasang di wilayah tersebut. Kami juga terkendala masalah anggaran untuk langsung memenuhi 64 titik sekaligus, sehingga pemasangan dilakukan secara bertahap,” jelas Sukarman.
Ketua Komisi III DPRD Tarakan, Randy Ramadhana, memberikan catatan terhadap hasil pertemuan tersebut. Secara umum, realisasi fisik PJU tahun 2025 diklaim sudah mencapai 98%, termasuk keberhasilan memasang lampu di area belakang runway Bandara yaitu Jalan Aki Balak setelah bertahun-tahun terkendala izin Otoritas Bandara.
Untuk tahun anggaran 2026, Randy membeberkan pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp2,7 Miliar.
”Tahun 2026 ditargetkan ada 61 titik lampu baru menggunakan tenaga surya. Kami menekankan agar Dishub memprioritaskan daerah pelosok yang belum tersentuh penerangan sama sekali,” ujar Randy.
Selain penambahan titik baru, Randy juga mengingatkan pentingnya aspek pemeliharaan (maintenance).
“Merawat itu terkadang lebih susah daripada memasang. Kami berharap Dishub lebih cepat dalam menginventarisasi dan memperbaiki lampu-lampu yang mati di lapangan,” pungkasnya.(*/mt)















Discussion about this post