TANA TIDUNG, Fokusborneo.com – Minimnya bantuan alat mesin pertanian dan sarana perikanan modern menjadi kendala utama yang dikeluhkan warga Kabupaten Tana Tidung (KTT) kepada Anggota DPRD Kaltara, Herman.
Dalam reses masa persidangan II yang digelar di KTT pada 16-18 Februari 2026, para petani dan nelayan mendesak pemerintah untuk segera merealisasikan bantuan mesin pengolah tanah serta ketinting guna mendongkrak produktivitas ekonomi pedesaan yang kian melambat.
Reses kali ini, dilaksanakan di lima titik lokasi, mulai dari Desa Bandan Bikis, Bebatu, Sepala Dalung, Sesayap Selor, hingga Tideng Pale.
Kesenjangan alat produksi ini dinilai menjadi hambatan utama bagi warga di wilayah pesisir dan pedesaan KTT untuk keluar dari garis kemiskinan.
Di sektor pertanian, warga menyampaikan mereka tidak lagi sekadar membutuhkan pupuk subsidi, melainkan bantuan pengadaan langsung serta alat mesin pertanian (alsintan) yang lebih praktis.
Petani mengharapkan bantuan bibit padi, bibit sawit, pupuk, hingga obat-obatan semprot atau racun rumput. Selain itu, warga juga mengusulkan pengadaan cultivator mesin pengolah tanah mini yang efisien untuk membalik dan menggemburkan tanah serta lebih mudah dioperasikan di lahan terbatas.
Herman menekankan bantuan ini akan lebih mudah diperjuangkan jika petani tergabung dalam kelompok tani yang resmi.
Sementara itu, warga di wilayah pesisir KTT menitipkan harapan besar agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) memberikan dukungan pada sektor perikanan tangkap yang menjadi urat nadi ekonomi mereka.
Nelayan mengusulkan bantuan berupa perahu, mesin ketinting, hingga peti ikan (cool box) untuk menjaga kualitas hasil tangkapan. Tidak hanya itu, warga juga mengeluhkan minimnya alat tangkap yang memadai untuk bersaing di wilayah perairan KTT.
Merespons usulan tersebut, Herman menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan bantuan ini melalui Pokok Pikiran (Pokir) DPRD. Namun, ia memberikan catatan keras terkait ketepatan sasaran penerima bantuan.
”Saya akan awasi betul. Yang dapat bantuan nelayan harus benar-benar nelayan. Jangan sampai orang yang bukan nelayan minta bantuan, lalu begitu dapat malah dijual karena tidak digunakan. Banyak warga yang benar-benar membutuhkan, jangan sampai disalahgunakan oleh oknum tertentu,” tegas Herman.
Politisi PKB itu menambahkan meski kondisi keuangan daerah sedang mengalami penurunan, bantuan yang menyentuh langsung produktivitas warga seperti alat pertanian dan perikanan akan tetap menjadi prioritas utama untuk didorong ke pemerintah provinsi.(*/mt)















Discussion about this post