TARAKAN, Fokusborneo.com – Momentum Ramadan 180°C tidak hanya dimaknai sebagai bulan ibadah personal, tetapi juga menjadi ajang memperkuat kohesi sosial.
Hal ini ditegaskan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Supa’ad Hadianto, yang mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap sesama melalui instrumen Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).
Pesan tersebut disampaikan Supa’ad usai dirinya menunaikan kewajiban zakat. Ia mengingatkan di balik setiap rezeki yang diperoleh seseorang, terdapat titipan Tuhan yang menjadi hak mutlak bagi masyarakat yang kurang beruntung.
“Kita harus sadar bahwa harta yang kita genggam hari ini bukan sepenuhnya milik pribadi. Ada bagian milik saudara-saudara kita yang membutuhkan yang dititipkan melalui rezeki kita,” ungkap Supa’ad, Minggu (8/3/26).
Pria juga tercatat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem ini juga menekankan esensi dari ZIS bukanlah pada besarnya nominal yang dikeluarkan, melainkan pada ketulusan niat dan empati untuk meringankan beban orang lain.
Menurutnya, tindakan berbagi merupakan cerminan nyata dari kualitas kemanusiaan seseorang.
“Memberi itu bukan soal pamer angka, tapi soal sejauh mana hati kita bergerak untuk peduli. Zakat dan sedekah adalah bukti kejujuran kita dalam membantu sesama,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia berharap semangat berbagi ini mampu menghidupkan kembali budaya gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa. Selain berfungsi sebagai jaring pengaman sosial, berbagi di bulan suci juga dipercaya memiliki efek spiritual yang mendalam bagi pelakunya.
“Mari kita manfaatkan sisa Ramadan ini untuk mensucikan harta dan menenangkan batin. Dengan berbagi, kita tidak hanya menolong sesama, tetapi juga memperkuat ikatan spiritual kita kepada Allah SWT,” pungkasnya.(*/mt)














Discussion about this post