JAKARTA, Fokusborneo.com – Ketua Panitia Urusan Rumah Tangga (PURT) DPD RI, H. Hasan Basri, M.H., menyampaikan belasungkawa mendalam atas insiden tragis tabrakan kereta api yang terjadi di lintasan Bekasi Timur, Senin (27/4/26).
Insiden memilukan tersebut melibatkan KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek yang bertabrakan dengan rangkaian KRL Commuter Line.
Berdasarkan data terkini di lapangan, kecelakaan hebat ini telah memakan korban sebanyak 15 orang meninggal dunia dan 84 orang lainnya luka-luka.
Seluruh korban saat ini telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Merespons besarnya jumlah korban, pria yang akrab disapa HB ini menegaskan investigasi tidak boleh dilakukan secara setengah-setengah.
Ia mendesak pihak terkait untuk segera mengungkap penyebab utama kecelakaan.
”Kami mendesak investigasi menyeluruh untuk mengungkap akar masalah, mulai dari kemungkinan faktor human error hingga kendala pada sistem persinyalan. Transparansi sangat diperlukan agar publik tahu apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Hasan Basri, Selasa (28/4/26).
Hasan Basri juga menggarisbawahi pemulihan para korban, baik yang luka ringan maupun berat, harus menjadi prioritas utama.
Ia menekankan pemberian restitusi atau ganti rugi oleh pihak operator adalah kewajiban hukum yang tidak boleh ditunda-tunda.
”Pemenuhan restitusi oleh operator adalah tanggung jawab mutlak. Hal ini bukan sekadar soal materi, tetapi soal menjamin keadilan serta memastikan keselamatan publik di masa depan tetap terjaga,” tegasnya.(*/mt)











Discussion about this post