NUNUKAN, Fokusborneo.com – Memasuki H-5 Idul Fitri 1447 Hijriah, arus mudik dari wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan mulai menunjukkan lonjakan signifikan.
Menanggapi fenomena tahunan ini, Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Utara (Kaltara), Tamara Moriska, SH, MH, memberikan perhatian khusus terhadap aspek keselamatan para pemudik.
Mengingat mobilitas masyarakat yang kian padat, baik di jalur darat maupun perairan, Tamara menekankan kepatuhan pada aturan adalah harga mati.
Politisi Hanura itu juga mengingatkan para pengendara agar tidak memforsir diri jika kondisi fisik sudah menurun.
”Keselamatan adalah prioritas utama. Saya menitipkan pesan kepada seluruh warga yang sedang dalam perjalanan menuju kampung halaman, patuhi rambu-rambu dan jangan abai terhadap kondisi tubuh. Jika lelah, istirahatlah sejenak,” tegas Tamara, Minggu (15/3/26).
Khusus untuk warga Nunukan yang mengandalkan transportasi laut, Tamara memberikan catatan penting terkait manajemen barang bawaan.
Membawa barang berlebih tidak hanya merepotkan, tetapi juga berisiko mengganggu stabilitas keselamatan kapal dan kenyamanan penumpang lain.
Ia menyarankan pemudik untuk lebih ringkas dalam berkemas dan fokus pada kebutuhan esensial selama di perjalanan.
”Untuk saudara-saudara yang naik kapal, mari lebih bijak membawa barang. Cukup bawa yang benar-benar diperlukan saja, seperti bekal makanan dan vitamin. Dengan begitu, perjalanan jadi lebih nyaman dan petugas kapal pun bisa bekerja maksimal menjaga keamanan kita,” tambahnya.
Tamara berharap seluruh prosesi mudik tahun ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Kesadaran kolektif antara penumpang dan petugas di lapangan menjadi kunci agar momen lebaran di rumah bisa dinikmati dengan penuh suka cita.
”Bagi rekan-rekan dan keluarga yang sedang menempuh perjalanan, tetap waspada dan semoga selamat sampai di tujuan. Selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin,” pungkasnya.(*/mt)













Discussion about this post