TARAKAN, Fokusborneo.com – PKS Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar kegiatan Sosialisasi Konsep Dasar Partai yang dilaksanakan selama dua hari, mulai Jumat hingga Sabtu, 24–25 April 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat pemahaman ideologis, arah perjuangan, serta konsolidasi kader di tingkat wilayah.
Agenda ini menghadirkan sejumlah pemateri dari Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS dengan materi yang komprehensif, mulai dari pengantar falsafah dasar dan paradigma perjuangan partai, pembahasan AD/ART, hingga platform PKS dalam pembangunan Indonesia.
Selain itu, peserta juga akan mendapatkan pemahaman terkait Garis Besar Kebijakan Partai (GBKP), konsep kewilayahan (Wanantara), serta pengarusutamaan ketahanan keluarga sebagai pilar utama pembangunan bangsa.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut unsur dari MPP PKS, yakni Abdul Hakim, Memed Sosiawan, Hermanto dan Reti Riseti
Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Kaltara, Muhammad Nasir, S.Pi, M.M, menegaskan kegiatan ini memiliki urgensi yang sangat strategis dalam memperkuat fondasi gerakan partai di daerah.
“Melihat substansi materi yang disampaikan, mulai dari falsafah dasar, paradigma perjuangan, hingga platform kebijakan publik PKS, ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi merupakan proses penguatan ruh dan arah gerakan kita sebagai partai dakwah,” ujar Muhammad Nasir.
Nasir juga menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Kaltara itu menambahkan, pemahaman terhadap AD/ART serta platform pembangunan menjadi penting agar seluruh kader memiliki kesatuan visi dalam menjalankan peran politik, baik sebagai pengurus partai maupun sebagai wakil rakyat di berbagai tingkatan.
“Ketika kader memahami dengan utuh platform PKS dalam pembangunan Indonesia, maka setiap kebijakan, program, dan sikap politik yang diambil akan lebih terarah, konsisten, dan berpihak kepada kepentingan rakyat,” lanjutnya.
Lebih jauh, Nasir juga menyoroti pentingnya materi garis besar kebijakan partai dan konsep Wanantara sebagai panduan strategis dalam membangun kekuatan organisasi yang adaptif terhadap karakteristik wilayah, khususnya di Kalimantan Utara sebagai daerah perbatasan.
“Materi SKDP ini memberikan arah bagaimana kita membangun struktur dan gerakan yang kontekstual dengan kondisi daerah, sehingga PKS tidak hanya kuat secara nasional, tetapi juga relevan dan solutif di tingkat lokal,” tegasnya.
Tak kalah penting, menurutnya, pembahasan mengenai pengarusutamaan keluarga menjadi penegasan bahwa pembangunan bangsa harus dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga.
“Ketahanan keluarga adalah fondasi utama ketahanan bangsa. PKS menempatkan keluarga sebagai pusat pembangunan, sehingga kebijakan dan program yang kita dorong harus berorientasi pada penguatan institusi keluarga,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, PKS Kaltara berharap seluruh peserta dapat semakin kokoh secara ideologis, matang dalam berpikir strategis, serta siap menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Harapannya, kegiatan ini melahirkan kader-kader yang tidak hanya militan, tetapi juga berintegritas, berkapasitas, dan benar-benar hadir sebagai solusi bagi rakyat,” tutup Muhammad Nasir.(**)











Discussion about this post