TARAKAN, Fokusborneo.com – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan memberikan dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan yang berencana membangun Kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) di wilayah Juata, Tarakan Utara.
Ketua Komisi III DPRD Kota Tarakan, Randy Ramadhana Erdian, menyatakan rencana strategis tersebut telah diperhitungkan secara matang oleh pemerintah daerah untuk mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi kota.
”Tentu kebijakan Pak Wali itu sudah beliau perhitungkan ya. Ketika beliau mengatakan bahwa kita butuh untuk membangun Puspem, ya semoga apa pun itu kita dukung, dan semoga semua kebijakan yang beliau ambil membawa manfaat untuk masyarakat Kota Tarakan,” ujar Randy, Sabtu (8/8/26).
Randy menegaskan pertimbangan utama di balik dukungan proyek Puspem ini adalah potensi dampaknya terhadap perekonomian daerah. Kehadiran pusat pemerintahan di kawasan Tarakan Utara diyakini dapat menciptakan pusat pertumbuhan baru.
”Pertimbangan kita kan dari aspek ekonomi sebenarnya. Semoga dengan kehadiran Puspem di wilayah Tarakan Utara bisa menambah gejolak ekonomi, minimal di masyarakat Kalimantan Utara bisa bergerak lebih baik ke depannya,” jelasnya.
Berdasarkan hasil kunjungan kerja serta penyerap aspirasi masyarakat di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) Tarakan Utara, Randy melihat adanya respons positif dari warga setempat terhadap rencana pembangunan sarana pemerintahan maupun fasilitas publik pendukung lainnya di kawasan Juata.
”Kalau saya lihat sih antusias masyarakat di sana menunggu ya dengan adanya pembangunan ini. Apalagi saat ini kan sudah ada pembangunan Sekolah Rakyat, nanti juga ada rencana pembangunan Sekolah MAN Terpadu. Terasa lah perputaran uang dan gejolak perekonomian di sana mulai terasa. Ini awal yang baik untuk bagaimana kita bisa melakukan pembangunan yang merata di Kota Tarakan,” tambahnya.
Terkait perkembangan fisik di lapangan, Komisi III menjelaskan saat ini proyek Puspem masih berada pada tahap penyelesaian administrasi dan kesepakatan (MoU).
”Untuk progresnya belum jalan fisik, ini kan baru selesai di MoU. Setelah ini proses administrasi berjalan dulu, mungkin masuk tahap lelang sebelum nanti langsung action di lapangan. Harapan kita kalau bisa segera dimulai agar manfaatnya bisa cepat dirasakan masyarakat,” pungkas Randy.(**)










Discussion about this post