TARAKAN, Fokusborneo.com – Musibah kebakaran hebat yang melanda kawasan padat penduduk di perbatasan Kelurahan Selumit Pantai dan Karang Rejo RT 16, Tarakan, Jumat (18/9/26), mendapat perhatian serius dari kalangan legislatif.
Anggota DPRD Kota Tarakan, Kompol (Purn) Barokah, S.Sos, menyoroti pentingnya penguatan mitigasi bencana, khususnya di kawasan pesisir. Hal inj disampaikan saat menghadiri penyerahan bantuan dari BPBD, Dinas Sosial, dan Baznas Kota Tarakan kepada para korban, Sabtu (19/9/26).
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.00 Wita tersebut melahap sedikitnya 8 unit bangunan berkonstruksi kayu, termasuk rumah warga dan tempat usaha, yang berdampak pada 9 Kepala Keluarga (KK).
Api berkobar cepat akibat material bangunan yang mudah terbakar serta didorong keberadaan stok BBM jenis solar nelayan di salah satu bangunan.
Barokah memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas aksi tanggap warga setempat yang bahu-membahu memadamkan api bersama petugas gabungan Satpol PP dan PMK Tarakan.
Di tengah kendala air laut yang sedang surut (air mati) serta sulitnya akses armada pemadam masuk ke pemukiman padat, warga secara proaktif mengambil langkah darurat.
”Saya sangat mengapresiasi keberanian dan inisiatif warga yang rela turun ke area berlumpur, bahkan memotong pipa air milik PDAM Tirta Alam demi mendapatkan pasokan air untuk memadamkan api. Aksi gotong royong ini sangat membantu mencegah api meluas lebih jauh,” ujar Barokah.
Menyikapi kendala medan pesisir yang sulit dijangkau mobil pemadam kebakaran besar, Barokah menegaskan dukungan penuh DPRD Kota Tarakan terhadap usulan pengadaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta sarana pemadam portabel khusus untuk pemukiman di atas air.
Menurutnya, penanganan awal pada musibah kebakaran di wilayah pesisir membutuhkan respons ekstra cepat sebelum api membesar dan menjalar ke bangunan kayu lainnya.
”Medan pesisir memiliki tantangan tersendiri, mulai dari jalan sempit hingga ketergantungan pada pasang surut air laut. Oleh karena itu, DPRD mendorong adanya alokasi APAR atau alat pemadam berbasis komunitas di setiap RT pesisir agar warga memiliki sarana penanganan pertama yang memadai,” tegasnya.
Sementara itu, pascakejadian, Pemerintah Kota Tarakan bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada para korban. Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., menyerahkan langsung bantuan dari BPBD, Dinas Sosial, dan Baznas Kota Tarakan, Sabtu (19/9/26).
Pemkot memastikan penanganan darurat dan kebutuhan dasar 9 KK terdampak terpenuhi selama di penampungan sementara.(**)












Discussion about this post