TARAKAN, Fokusborneo.com – Bawaslu Kota Tarakan terus bergerak proaktif untuk memastikan kualitas demokrasi di wilayahnya tetap terjaga.
Mengawali September 2026, serangkaian langkah strategis digulirkan, mulai dari pengawasan ketat data pemilih di lapangan, penguatan sinergi anti-hoaks, hingga pemantapan integritas internal kelembagaan.
Dalam upaya menjaga hak pilih warga, Bawaslu Tarakan turun langsung mengawasi Pencocokan dan Penelitian Terbatas (Coktas) Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan III yang menyasar 20 kelurahan di 4 kecamatan.
“Pengawasan ini kami lakukan untuk memastikan pelaksanaan Coktas PDPB Triwulan III berjalan sesuai dengan ketentuan. Kami juga memastikan data yang dilakukan pencocokan dan penelitian benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan, sehingga dapat mendukung terwujudnya data pemilih yang akurat dan mutakhir,” tegas Kepala Subbagian PPPSH Bawaslu Tarakan, Wiwiek.
Selain mengawal akurasi data, Bawaslu Tarakan juga merangkul Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Konsolidasi Demokrasi pada Jumat (4/9/26) guna menangkal peredaran informasi palsu jelang pemilu.
Ketua Bawaslu Kota Tarakan, Riswanto, menyoroti pentingnya peran aktif warga dalam mengawal pesta demokrasi.
“Pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujar Riswanto.
Ia juga mendorong keterlibatan elemen masyarakat yang lebih luas. “Kami berharap Mafindo terus bersinergi dengan Bawaslu, baik dalam pengawasan maupun pencegahan. Nantinya, kami juga berharap Mafindo dapat ikut serta menjadi pemantau pemilu pada tahapan-tahapan pemilu yang akan datang,” tambahnya.
Langkah ini disambut antusias Ketua DPW Mafindo Kaltara, Dr. Nurasikin. “Dengan adanya pembaruan PKS menjadi Mafindo nantinya, kerja sama ini diharapkan dapat terus dilanjutkan dan diperkuat, khususnya dalam melakukan pencegahan terhadap kampanye berita hoaks,” jelas Nurasikin.
Tak hanya agresif di luar, Bawaslu Tarakan juga terus membenahi dapur internalnya melalui komitmen pembangunan Zona Integritas (ZI). Pesan ini ditekankan kuat oleh Riswanto dalam agenda apel pagi dan Coffee Morning lembaga.
“Disiplin dan integritas harus berjalan bersama. Keduanya menjadi modal utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga,” pesannya kepada seluruh jajaran.
Guna menunjang hal tersebut, Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Tarakan, Rahmat Nur, ikut memastikan ketertiban administrasi dengan mengevaluasi langsung efektivitas program “Kamis Ngarsip” di gudang penyimpanan dokumen.
“Kamis Ngarsip jangan hanya menjadi rutinitas. Harus ada progres yang dapat dilihat dan diukur, baik dari jumlah arsip yang telah ditata, keteraturan penyimpanan maupun kemudahan dalam menemukan kembali dokumen,” pungkas Rahmat Nur.(**)













Discussion about this post