TARAKAN, Fokusborneo.com – Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tarakan masa bakti 2026–2031 resmi dikukuhkan di Hotel Duta, Kota Tarakan, pada Senin (5/10/26).
Pengukuhan ini dipimpin dan dipandu langsung Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Herman.
Dalam arahannya, Herman meminta seluruh kader dan pengurus ditekankan untuk tidak berpuas diri atau sekadar menjalankan politik secara biasa-biasa saja di tengah kompleksitas persoalan global, dinamika ekonomi, serta tantangan kebangsaan saat ini. PKB dituntut untuk tampil sebagai kekuatan utama yang memimpin perubahan dan menjadi solusi nyata bagi masyarakat.
“Arah zaman menentukan apakah PKB partai biasa-biasa saja atau partai luar biasa dalam pengabdian kepada rakyat dan Indonesia tercinta,” tegas Herman saat membacakan amanah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar di hadapan para kader.
Ia menambahkan di tengah situasi dunia yang sedang bergejolak dan kepercayaan publik terhadap politik yang terus diuji, partai politik harus hadir membawa solusi.
“PKB adalah solusi bangsa. Oleh karena itu, PKB tidak boleh hanya menjadi peserta pemilu, PKB harus menjadi kekuatan politik yang memimpin,” imbuhnya.
Herman juga mengingatkan kader PKB tidak cukup hanya diisi politisi yang berorientasi pada kontestasi semata, melainkan sosok pemimpin yang fokus pada tanggung jawab moral kepada masa depan bangsa.
Ia berpesan politisi PKB harus tahan banting bekerja keras memenangkan pemilu, namun tetap konsisten menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya.
“Menang pemilu bukan ambisi pribadi, tetapi kewajiban politik partai agar nilai dan gagasan PKB bisa diwujudkan. Pengurus harus jelas tugasnya, program harus jelas ukurannya, manajemen partai harus aktif dan disiplin,” pesan Herman.
Pria menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi itu juga mengingatkan keberadaan struktur partai di semua tingkatan harus benar-benar hidup dan berfungsi secara masif, bukan sekadar papan nama.
Makanya, PKB tidak bisa menang hanya dengan mengandalkan elit yang aktif, melainkan harus terbangun soliditas dari struktur terbawah hingga bersentuhan langsung dengan persoalan rakyat.
“PKB tidak bisa menang hanya karena baliho, tetapi karena kehadirannya saat rakyat membutuhkan. Pelayanan kepada rakyat bukan kegiatan tambahan, itu inti kerja politik PKB, yaitu politik kehadiran,” tegasnya.
Melalui pengukuhan ini, DPC PKB Kota Tarakan diharapkan mampu merapatkan barisan, meningkatkan kedisiplinan berorganisasi, serta menyatukan langkah untuk membawa perubahan nyata menuju kemenangan bersama pada agenda politik mendatang.
Sementara itu, berdasarkan penetapan komposisi kepengurusan yang dibacakan dalam acara tersebut, struktur DPC PKB Kota Tarakan periode 2026–2031 mempercayakan posisi Dewan Syuro kepada Ir. Thamrin.
Sementara itu, kepengurusan harian dikomandoi Ahmad Usman sebagai Ketua, didampingi Randy Ramadhana Erdian sebagai Sekretaris, dan Rahmad Suparman sebagai Bendahara.(*/mt)













Discussion about this post