TARAKAN, Fokusborneo.com – Anggota Komisi I DPRD Kota Tarakan dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Habusan, memberikan perhatian serius terhadap pelaksanaan program Pengendalian Lingkungan (PL) di wilayah Kota Tarakan.
Berdasarkan laporan dari masyarakat serta pengurus RT setempat, pengerjaan fisik yang terealisasi sejauh ini masih didominasi oleh kegiatan semenisasi jalan.
Habusan mengungkapkan proyek semenisasi lingkungan telah berjalan di beberapa titik, di antaranya wilayah RT 3 Mamburungan Timur, RT 15 Kelurahan Mamburungan, serta pengerjaan yang tengah berlangsung di RT 7 Mamburungan.
“Kalau yang sampai sekarang, laporan dari koordinator maupun RT-RT setempat di mana lokasi PL dilaksanakan, itu baru kegiatan semenisasi. Yang sudah jalan itu di RT 3 Mamburungan Timur dan RT 15 Kelurahan Mamburungan, serta yang sementara berjalan di RT 7 Mamburungan,” ujar Habusan.
Meski pengerjaan semenisasi terus berjalan, Habusan menyayangkan proyek pembangunan drainase lingkungan hingga kini dinilai masih minim progres. Hasil konfirmasi pihaknya ke dinas terkait menunjukkan keterlambatan pengerjaan drainase disebabkan terkendalanya proses perencanaan pihak konsultan.
“Kalau drainase ini sampai sekarang kayaknya belum jalan. Kita konfirmasi ke dinas terkait, katanya masalah dari konsultan perencanaannya yang agak lambat. Itu info yang kita dapat,” tegasnya.
Terkait dengan volume serta spesifikasi detail pengerjaan, legislator asal Tarakan Timur ini menjelaskan teknis di lapangan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran APBD serta diawasi langsung koordinator lapangan.
“Kalau masalah volume tergantung dari anggarannya. Saya tidak terlalu masuk ke situ karena ada koordinator yang mengetahui semuanya. Saya tinggal mengecek apakah sudah selesai atau belum,” tambah Habusan.
Lebih lanjut, ia menekankan seluruh program PL yang dikawal DPRD ini murni berangkat dari aspirasi dan kebutuhan riil warga yang diserap saat kegiatan reses. Sebagian besar akses jalan di pemukiman warga sebelumnya mengalami kerusakan atau masih berupa tanah swadaya masyarakat.
“Pembangunan ini murni dari permintaan warga setempat pada saat kita melaksanakan reses. Ada jalanan yang belum disemenisasi, ada juga yang dulunya swadaya masyarakat jadi sudah agak rusak, makanya kita perbaiki,” paparnya.
Habusan berharap pemerintah daerah dapat mengoptimalkan penyerapan anggaran APBD agar seluruh hasil permohonan masyarakat dalam reses dapat terakomodir. Ia juga mengimbau warga untuk bersama-sama menjaga fasilitas yang telah dibangun.
“Harapan kita, apa yang sudah kita perjuangkan ke pemerintah, warga setempat bisa menjaga kegiatan tersebut agar dapat dipergunakan dalam waktu lama. Untuk pemerintah, kita berharap kondisi APBD kita membaik sehingga hasil-hasil reses kami bisa terus terakomodir demi kepentingan masyarakat,” pungkasnya.(**)















Discussion about this post