TARAKAN, Fokusborneo.com – Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Komisi III DPRD Kota Tarakan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) meninjau langsung kondisi jalan rusak di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Kota Tarakan, Kamis (15/10/26).
Kunjungan lapangan tersebut dihadiri jajaran Anggota Komisi III DPRD Kota Tarakan diantara Ketua Komisi III Randy Ramadhana Erdian dan Anggota Komisi III, Sukir.
Dari Komisi III DPRD Provinsi Kaltara diwakili Ketua Komisi III, Jufri Budiman, Anggota Komisi III, Yancong, serta perwakilan dari Dinas PUPR Provinsi Kaltara dan Dinas PUPR Kota Tarakan.
Ketua Komisi III DPRD Kaltara, Jufri Budiman, menyampaikan kegiatan pengerjaan pemeliharaan jalan dan perbaikan drainase akan mulai dilaksanakan sekitar satu minggu ke depan seiring dengan tahap mobilisasi alat dan material.
”Tadi DPRD Kota mengundang kami dari DPRD Provinsi bersama PUPR Bidang Bina Marga. Berdasarkan penyampaian dari pihak Bina Marga, dalam satu minggu dari sekarang kegiatan perbaikan sudah akan dilakukan dan saat ini sedang tahap mobilisasi,” ujar Jufri Budiman.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota dalam mengatasi persoalan drainase dan jalan di kawasan tersebut. Menurutnya, perbaikan tidak akan optimal jika hanya dilakukan oleh satu pihak.
“Kami menyampaikan ke DPRD Kota agar pengerjaannya dilakukan bersama-sama. Jalan Gajah Mada ini merupakan kewenangan provinsi, namun jalur drainase yang menuju/pembuangan ke sungai berada di bawah kewenangan kota. Jadi kalau tidak dikerjakan bersama, masalah genangan air ini tidak akan selesai,” jelasnya.
Jufri menambahkan, pengerjaan awal mencakup pemeliharaan jalan berupa pengaspalan kembali (penambalan jalan berlubang) serta perbaikan dan pembesaran saluran drainase agar aliran air menuju sungai lebih lancar.
Terkait anggaran, Politisi Gerindra itu menyebut perkiraan alokasi anggaran pemeliharaan tersebut berkisar antara Rp 3 miliar hingga Rp 5 miliar dari APBD.
Harapannya, penanganan ini dapat segera mengatasi keluhan masyarakat dan para pengguna jalan yang melintas di kawasan Jalan Gajah Mada.
Rencana penanganan ini merespons kondisi Jalan Gajah Mada di Kelurahan Karang Anyar Pantai yang kian memprihatinkan. Akses jalan utama yang saban hari ramai dilalui warga untuk berbagai aktivitas perekonomian, termasuk akses menuju pasar, dipenuhi lubang serta genangan air limbah yang menimbulkan aroma tidak sedap.
Pantauan di lokasi menunjukkan kerusakan jalan melanda sepanjang kurang lebih 20 hingga 30 meter. Permukaan aspal di area persimpangan hingga depan deretan ruko pertokoan tampak hancur, terkelupas, dan amblas membentuk cekungan-cekungan lubang.
Cekungan jalan tersebut tergenang air limbah rumah tangga berwarna keruh kehitaman yang meluap dari saluran drainase.
Genangan air limbah ini tidak hanya menutupi kedalaman lubang jalan, tetapi juga meluber hingga memakan hampir seluruh lebar badan jalan.
Di sisi tengah dan tepi jalan yang tergenang, terlihat tumpukan endapan lumpur, serpihan batu kerikil sisa aspal yang hancur, serta tumbuhnya rumput liar di atas trotoar dan pembatas jalan yang terendam.
Setiap kali kendaraan bermotor lewat, roda kendaraan memercikkan air limbah berbau busuk yang berpotensi mengenai para pengguna jalan lain maupun pejalan kaki di sekitar lokasi.
Salah seorang warga RT 10 Kelurahan Karang Anyar Pantai, Karmin, menuturkan bahwa kondisi jalan rusak, tergenang, dan berbau busuk ini sudah berlangsung sangat lama dan tak kunjung mendapat penanganan permanen.
“Ini kan posisinya agak rendah, jadi pembuangan dari parit-parit warga menggenang di sini. Makanya jalannya rusak terus. Bau sekali, Pak, setiap ada sepeda motor lewat, apalagi kalau sudah sore-sore itu baunya sangat menyengat,” ungkap Karmin saat ditemui di lokasi.
Karmin menjelaskan bahwa luapan air tersebut bersumber dari limbah rumah tangga yang tidak mengalir lancar akibat saluran parit bawah tanah yang tertutup dan tersumbat.
Meski beberapa tahun lalu sempat dilakukan perbaikan, elevasi badan jalan yang lebih rendah dibanding sekitarnya membuat air limbah terus tertahan dan menggenang di permukaan jalan.
Kondisi ini semakin parah apabila hujan deras turun, di mana luapan air kotor akan semakin tinggi dan menutupi seluruh permukaan lubang.
Sebagai jalan publik yang sangat vital bagi pergerakan ekonomi masyarakat Tarakan, warga menyambut baik rencana pengerjaan pekan depan dan berharap perbaikan jalan serta drainase tersebut benar-benar dapat menuntaskan persoalan genangan dan bau limbah secara permanen.(**)















Discussion about this post