TARAKAN – Dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional tahun 2026, jajaran Forkopimda Kota Tarakan melaksanakan kegiatan Penanaman Raya Jagung Serentak Kuartal I jenis jagung Ipil di Jl. Aki Pinka RT 02, Kelurahan Juata Permai, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan, Rabu (7/3/2026) sekitar pukul 15.30 Wita.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolres Tarakan bersama sejumlah unsur Forkopimda dan instansi terkait, di antaranya Dandim 0907 Tarakan, Dansatradar 204 Tarakan, Wakil Wali Kota Tarakan, perwakilan DPRD Kota Tarakan, Wakapolres Tarakan, para Pejabat Utama Polres Tarakan, Ketua BPS Kota Tarakan, Kepala Perum Bulog Subdrive Tarakan, pimpinan perbankan seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BTN, Camat Tarakan Utara, Lurah Juata Permai, Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat, personel Polres Tarakan dan Polsek Tarakan Utara, perwakilan mahasiswa UBT, Ketua RT 02 Juata Permai, serta Kelompok Tani Saroan sebagai pengelola lahan.
Kegiatan diawali dengan kedatangan Kapolres Tarakan bersama rombongan di lokasi lahan pertanian milik Kelompok Tani Saroan. Selanjutnya, Kapolres Tarakan bersama para tamu undangan secara simbolis melaksanakan penanaman jagung jenis Ipil sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Setelah prosesi penanaman, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama serta mengikuti kegiatan zoom meeting dalam rangka Penanaman Raya Jagung Serentak Kuartal I yang dilaksanakan secara nasional.
Program penanaman jagung ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan produksi komoditas pertanian strategis di berbagai daerah di Indonesia.
Adapun lahan yang digunakan dalam kegiatan ini merupakan milik Kelompok Tani Saroan di wilayah Juata Permai. Saat ini kondisi lahan terpantau dalam keadaan kering sehingga diperlukan pengairan yang memadai guna menunjang pertumbuhan tanaman jagung, mencegah kekeringan, serta memastikan penyerapan nutrisi tanaman berjalan optimal sehingga hasil panen dapat maksimal.
Selain itu, diperlukan pemantauan dan perawatan secara berkelanjutan terhadap tanaman jagung tersebut agar dapat menghasilkan produksi jagung jenis Ipil yang berkualitas dan mendukung keberhasilan program swasembada pangan nasional. (**)














Discussion about this post