TANJUNG SELOR, Fokusborneo.com – Kodim 0903/Bulungan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, hingga tokoh agama melalui kegiatan Analisa Informasi Teritorial 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memetakan dinamika wilayah sekaligus mengantisipasi potensi ancaman di Kabupaten Bulungan.
Dandim 0903/Bulungan, Kolonel Inf Dhuwi Hendradjaja, mengatakan analisa informasi teritorial memiliki peran penting dalam mendukung perencanaan pembinaan teritorial serta pengambilan keputusan di tingkat komando.
“Melalui kegiatan ini, kami dapat mengetahui perkembangan situasi wilayah secara aktual, sekaligus mendeteksi potensi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan sejak dini,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Ia menegaskan, data teritorial yang akurat menjadi landasan utama dalam mendukung pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) serta memperkuat ketahanan wilayah. Karena itu, sinergi antara TNI dan seluruh komponen daerah dinilai sangat penting.
“Kami mengajak pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk terus memperkuat kerja sama dalam menjaga stabilitas wilayah dan mendukung program pembangunan,” katanya.
Menurut Dhuwi, kolaborasi lintas sektor juga diperlukan untuk mencegah potensi konflik sosial, radikalisme, serta menghadapi ancaman bencana. Selain itu, sinergi tersebut turut berperan dalam mendukung pemulihan ekonomi dan penguatan ketahanan pangan di sektor pertanian.
Ia berharap, hasil kegiatan ini tidak hanya berhenti pada forum diskusi, tetapi dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari demi memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.
Sementara itu, Kasubdit Bin Sistem Keamanan Informasi Direktorat Pusat Informasi Teritorial Pusterad, Kolonel Inf Yudhi Diliyanto, menekankan bahwa analisa informasi teritorial merupakan proses strategis yang tidak sekadar mengumpulkan data, tetapi juga mengolah dan memaknai informasi untuk kebutuhan pengambilan keputusan.
“Analisa ini membantu kita membaca dan memprediksi perkembangan situasi wilayah. Informasi yang dihasilkan harus akurat dan bernilai strategis,” jelasnya.
Yudhi menambahkan, perubahan pada aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, hingga pertahanan dan keamanan memiliki dampak langsung terhadap stabilitas nasional. Oleh karena itu, satuan kewilayahan dituntut memiliki data yang valid dan terkini.
Menurutnya, analisa informasi teritorial juga berfungsi sebagai sistem peringatan dini. Dengan data yang tepat, satuan di lapangan dapat merespons berbagai dinamika secara cepat dan terukur.
“Sinergi dengan pemerintah daerah sangat penting karena mereka memiliki data yang lengkap. Jika dipadukan dengan informasi dari Babinsa di lapangan, hasil analisa akan lebih komprehensif,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diharapkan memiliki pemahaman yang sama tentang pentingnya analisa informasi teritorial dalam menjaga stabilitas wilayah serta memperkuat ketahanan nasional dari tingkat daerah.(**)















Discussion about this post