TANA TIDUNG, Fokusborneo.com – Kebutuhan personel Polres Tana Tidung masih terpaut jauh dari jumlah yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah tersebut. Dari kebutuhan minimal sekitar 500 personel, saat ini kekuatan yang tersedia baru sekitar 230 anggota.
Kapolres Tana Tidung AKBP Eko Nugroho mengatakan, kondisi tersebut membuat kebutuhan penambahan personel masih menjadi persoalan. Terlebih, karakter wilayah Tana Tidung memiliki jarak antardesa yang cukup berjauhan sehingga kekuatan anggota perlu disesuaikan dengan persebaran wilayah pelayanan.
“Minimal itu 500, sekarang yang ada 230. Jauh, sangat jauh sekali. Masih sekitar 250 untuk mendekati DSP kecukupan. Tapi ditambah 200 saja sebenarnya sudah ideal sekali,” ujar Eko.
Kekurangan tersebut mencapai sekitar 270 personel jika dibandingkan dengan kebutuhan minimal 500 anggota. Meski belum memenuhi kebutuhan sesuai DSP, tambahan sekitar 200 personel dinilai sudah cukup membantu memperkuat pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah hukum Polres Tana Tidung.
Jumlah penduduk Tana Tidung yang berada di kisaran 30 ribu jiwa turut menjadi pertimbangan dalam kebutuhan tersebut. Penambahan anggota diharapkan dapat membuat persebaran personel lebih proporsional dengan wilayah yang harus dijangkau.
“Karena dengan jumlah penduduk, jadi nanti peta persebarannya akan pas. Jumlah penduduk kita kan 30 ribu-an. Jadi dengan tambahnya kurang lebih 200 personel ya itu akan menolong sekali,” katanya.
Usulan penambahan personel telah disampaikan kepada pimpinan Polda Kaltara. Eko menyebut pengajuan tersebut telah disampaikan kepada Kapolda, Wakapolda dan Karo SDM untuk menjadi pertimbangan dalam penempatan personel ke depan.
“Kemarin sudah kita ajukan juga ke pimpinan, ke Pak Kapolda dan Pak Waka dan Karo SDM. Ya kemungkinan ke depan akan ada tambahan lagi. Karena Polda sendiri juga kekurangan personel,” jelasnya.
Kondisi kekurangan personel tidak hanya terjadi di Polres Tana Tidung. Polda Kaltara juga masih menghadapi keterbatasan jumlah anggota sehingga personel yang dapat diputar atau digeser untuk memperkuat Tana Tidung juga terbatas.
Eko menjelaskan, tambahan anggota untuk Polres Tana Tidung juga tidak bisa didatangkan begitu saja dari luar daerah. Personel yang akan ditempatkan harus berasal dari jajaran Polda Kaltara yang memang memiliki keterbatasan kekuatan.
“Anggota yang akan masuk KTT kan enggak mungkin dari Polda luar. Otomatis yang sudah menjadi personel Polda Kaltara. Nah, personel Polda Kaltara yang mau diputar untuk masuk KTT sendiri, itu minim. Jadi memang berat beliau ini tugasnya,” ungkap Eko.
Untuk mengatasi persoalan tersebut dalam jangka panjang, pimpinan Polda Kaltara juga telah memohon kepada Mabes Polri agar jumlah personel di jajaran Polda Kaltara dapat ditingkatkan. Penambahan kekuatan di tingkat Polda diharapkan turut membuka peluang pemenuhan kebutuhan personel di wilayah Tana Tidung.
Eko menilai penambahan personel tidak hanya berkaitan dengan mengejar jumlah ideal organisasi, tetapi juga memastikan kekuatan anggota dapat tersebar sesuai kebutuhan wilayah. Dengan kondisi geografis Tana Tidung, tambahan personel akan membantu memperpendek kesenjangan kekuatan di lapangan.
“Dengan jumlah penduduk kita yang 30 ribu-an dan wilayah yang persebarannya seperti ini, kalau ada tambahan kurang lebih 200 personel, itu akan sangat menolong. Peta persebaran anggota juga akan lebih pas dengan kebutuhan pelayanan di lapangan,” pungkasnya. (*/hr)















Discussion about this post