TANA TIDUNG — Wajah akses mobilitas masyarakat di Desa Sepala Dalung, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, kini berubah signifikan. Jembatan kayu ulin yang selama ini menjadi tumpuan warga untuk menyeberangi sungai perlahan mulai ditinggalkan, digantikan oleh Jembatan Beton Garuda di RT 2 yang kini berdiri kokoh dan resmi dimanfaatkan masyarakat.
Jembatan beton dengan lebar sekitar empat meter ini merupakan bagian dari satu paket pembangunan enam jembatan beton yang dikerjakan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus membuka akses masyarakat menuju kawasan perkebunan. Peresmian jembatan di Sepala Dalung ini menjadi tahapan lanjutan setelah Jembatan Beton Garuda di Desa Seludau lebih dahulu rampung.
Dandim 0914/TNT Letkol Arm. R. Florensius Ferdian Ricarda menjelaskan bahwa pengerjaan enam jembatan tersebut tidak dapat diselesaikan secara bersamaan karena perbedaan karakteristik sungai di setiap lokasi. Khusus di Sepala Dalung, kondisi sungai yang berdekatan dengan aliran sungai besar serta terpengaruh pasang surut air menjadi tantangan utama, terutama saat tahap pengecoran dan pengeringan beton.
“Memang pekerjaannya tidak bisa selesai pada waktu yang sama karena kondisi sungainya berbeda-beda. Di sini karena dekat dengan sungai besar dan terpengaruh pasang surut, pekerjaan sempat terhenti ketika air pasang,” ujar Florensius.
Dari total enam jembatan yang direncanakan, saat ini baru dua jembatan yang telah selesai dan diresmikan, sementara empat lainnya masih dalam proses pengerjaan dengan ukuran yang disesuaikan pada kondisi geografis setempat.
Bagi masyarakat, keberadaan jembatan beton ini bukan sekadar perubahan material konstruksi, melainkan jalur vital penghubung aktivitas sehari-hari dari RT 2 menuju RT 5, kawasan perkebunan warga, hingga wilayah operasional PT Adindo.
Florensius menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus didasarkan pada kebutuhan nyata dan memberikan manfaat langsung agar tidak mubazir.
“Pertimbangan kita adalah jalur akses tersebut sering dilalui masyarakat. Kehadiran jembatan ini harus benar-benar bermanfaat. Jangan sampai dibangun, tetapi tidak dilalui dan akhirnya rusak sendiri,” tegasnya.
Sebelumnya, warga harus ekstra hati-hati dan sering kali merasa waswas saat melintasi jembatan kayu ulin lama, terlebih ketika mengangkut hasil kebun. Kini, hadirnya Jembatan Beton Garuda menghadirkan rasa aman, kelancaran, dan kenyamanan baru bagi mobilitas serta perekonomian masyarakat setempat. (**)















Discussion about this post