TANA TIDUNG, Fokusborneo.com — Sebelum memulai pembukaan lahan, Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 922/Upun Taka di Kabupaten Tana Tidung (KTT), Kalimantan Utara, terlebih dahulu menggelar ritual adat bersama masyarakat setempat, Rabu (2/09/26)
Ritual tersebut menjadi bagian dari langkah awal pemanfaatan lahan sekaligus bentuk penghormatan terhadap adat dan kearifan lokal yang masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Tana Tidung.
Kegiatan diikuti tokoh adat, tokoh masyarakat, unsur kepolisian, personel Yonif TP 922/Upun Taka, serta masyarakat setempat. Mereka berkumpul di lokasi yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan satuan.
Dalam suasana khidmat, tokoh adat memimpin rangkaian prosesi sesuai dengan tata cara dan tradisi yang berlaku di wilayah tersebut. Doa dan harapan dipanjatkan agar seluruh rangkaian pembukaan lahan dapat berlangsung aman, lancar, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Prosesi adat tersebut juga dimaknai sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus permohonan izin secara adat sebelum lahan dimanfaatkan. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan yang harmonis antara masyarakat adat dengan pihak-pihak yang melaksanakan kegiatan di wilayah tersebut.
Komandan Yonif TP 922/Upun Taka, Mayor Inf Michael Connis Tanaem, S.S.T.Han., S.I.P., M.I.R., mengatakan penghormatan terhadap adat dan budaya menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari keberadaan satuan di tengah masyarakat.
“Kami datang bukan hanya untuk melaksanakan tugas, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat. Oleh karena itu, kami perlu menghormati adat dan budaya yang ada. Ritual ini menjadi salah satu bentuk komunikasi dan penghargaan kami kepada masyarakat adat di Tana Tidung,” ujar Mayor Inf Michael Connis Tanaem.
Menurutnya, komunikasi dan hubungan yang baik dengan masyarakat menjadi modal penting dalam mendukung pelaksanaan tugas Yonif TP 922/Upun Taka di wilayah Kabupaten Tana Tidung.
Kehadiran tokoh adat dan masyarakat dalam prosesi tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan. Unsur TNI bersama masyarakat menunjukkan komitmen untuk membangun hubungan yang saling menghormati dengan tetap memperhatikan nilai-nilai lokal yang berkembang di tengah masyarakat.
Setelah seluruh rangkaian ritual adat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pembukaan lahan secara simbolis. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan tertib dan dalam suasana penuh kebersamaan.
Ritual adat itu sekaligus menjadi penanda dimulainya tahapan pembukaan lahan Yonif TP 922/Upun Taka. Namun, lebih dari sekadar seremoni, prosesi tersebut menunjukkan upaya satuan untuk menempatkan penghormatan terhadap adat dan budaya sebagai bagian dari proses membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Harapan kami, keberadaan Yonif TP 922/Upun Taka dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Kami juga ingin hubungan yang sudah terjalin ini terus dijaga dengan komunikasi, kebersamaan, dan saling menghormati,” kata Mayor Inf Michael Connis Tanaem.
Dengan pendekatan yang mengedepankan kearifan lokal, Yonif TP 922/Upun Taka diharapkan dapat menjalankan tugasnya dengan baik sekaligus membangun hubungan yang semakin erat dengan masyarakat Kabupaten Tana Tidung.(**)















Discussion about this post