TANJUNG SELOR, Fokusborneo.com – Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan pentingnya kesiapan prajurit Yonif TP 880/Banuanta dalam menjalankan tugas menjaga pertahanan negara di wilayah Kalimantan Utara.
Pesan tersebut disampaikan Sjafrie saat melakukan kunjungan kerja ke satuan Yonif TP 880/Banuanta. Dalam kunjungan itu, ia mengapresiasi kesiapan prajurit yang bertugas di wilayah perbatasan dan kawasan strategis Kaltara.
Sjafrie mengatakan, Yonif TP 880/Banuanta merupakan salah satu bagian dari kekuatan pertahanan di wilayah Kalimantan Utara. Karena itu, kemampuan personel harus terus dipelihara melalui latihan, disiplin dan sikap profesional dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Tetap menjadi prajurit infanteri yang tangguh dan siap tempur. Jaga kedaulatan wilayah, disiplin, serta kemampuan bela negara,” pesan Sjafrie.
Selain kesiapan operasional, Menhan turut menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan prajurit. Menurutnya, dukungan pemerintah dan pimpinan pertahanan perlu berjalan seiring dengan pelaksanaan tugas satuan di lapangan.
“Kehadiran pemerintah dan pimpinan tertinggi pertahanan harus menjadi perhatian terhadap kesiapan, kesejahteraan, serta peran satuan Yonif TP di garis depan NKRI,” ujarnya.
Sjafrie juga mengingatkan bahwa pengabdian prajurit tidak berhenti pada tugas pertahanan. Keberadaan satuan di tengah masyarakat diharapkan memberikan manfaat melalui berbagai kegiatan sosial dan pembangunan.
Ketahanan pangan, kesehatan, lingkungan hingga gotong royong disebut sebagai sejumlah bidang yang dapat menjadi ruang kontribusi prajurit.
“Kehadiran satuan harus dirasakan rakyat sebagai pelindung dan pengayom, bukan beban,” tegasnya.
Ia meminta prajurit menjaga hubungan baik dengan masyarakat dan tidak melakukan tindakan yang dapat mencederai kepercayaan publik.
“Fasilitas, kesejahteraan dan gaji prajurit berasal dari rakyat. Jangan menyakiti hati rakyat, jangan bertindak sewenang-wenang. Dekatkan diri dengan masyarakat dan bantu apa yang bisa dibantu,” kata Sjafrie.
Dalam setiap penugasan, prajurit juga diminta terus meningkatkan kemampuan dan menjaga sikap sebagai anggota TNI yang profesional. Kepatuhan terhadap aturan serta nilai-nilai keprajuritan menjadi bagian yang tidak boleh diabaikan.
“Di mana pun ditugaskan, tetap semangat dan jangan mengeluh. Tingkatkan kemampuan diri, patuhi aturan, serta junjung tinggi Sapta Marga dan Sumpah Prajurit,” pesannya.
Menhan selanjutnya meminta Yonif TP 880/Banuanta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, kepolisian dan seluruh elemen masyarakat. Kerja sama tersebut dinilai penting untuk menjaga persatuan dan mendukung stabilitas wilayah.
“Pererat kerja sama dengan pemerintah daerah, kepolisian dan seluruh unsur masyarakat. Pertahankan persatuan berlandaskan Pancasila dan UUD 1945,” tuturnya.
Sjafrie turut menekankan kebanggaan terhadap konsep Yonif TP yang disebutnya sebagai konsep khas Indonesia. Menurutnya, keunggulan konsep tersebut perlu dibuktikan melalui kinerja dan pengabdian prajurit di lapangan.
“Yonif TP adalah konsep unik milik Indonesia. Banggakan dan buktikan keunggulannya,” ujarnya.
Menutup kunjungannya, Sjafrie berpesan agar seluruh prajurit terus menjaga nama baik TNI serta menunjukkan peran nyata dalam menjaga sekaligus membangun bangsa.
“Tetaplah berbakti, jaga nama baik TNI dan tunjukkan bahwa kalian adalah kekuatan yang menjaga sekaligus membangun bangsa,” pungkasnya.(**)














Discussion about this post