TANA TIDUNG, Fokusborneo.com – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Vamelia Ibrahim menyarankan kepada kabupaten dan kota di Kaltara bisa meniru Kabupaten Tana Tidung (KTT) dalam meningkatkan kualitas guru.
Pemerintah KTT, telah meluncurkan program terobosan yang fokus pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) guru. Program Beasiswa “Guru Sarjana” ini dirancang khusus untuk memfasilitasi seluruh guru PAUD yang masih berijazah Sekolah Menengah Atas (SMA) agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana secara gratis.
Langkah ini diambil setelah evaluasi data menunjukkan adanya korelasi kuat antara tingkat pendidikan guru dengan mutu layanan yang diberikan kepada anak usia dini. Peningkatan kualitas SDM guru dianggap sebagai investasi paling vital untuk masa depan daerah.
Vamelia Ibrahim, menjelaskan program beasiswa ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan mekanisme strategis untuk mempercepat profesionalisme guru.
”Kami menyadari, untuk mencapai PAUD Bermutu, kami harus memulai dari guru yang kompeten. Melalui program Guru Sarjana, kami memberikan beasiswa hingga lulus kepada seluruh guru PAUD yang masih SMA tanpa kecuali,” bebernya, Senin (17/11/25).
Yang paling penting, kata Vamelia menggunakan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Ini membuat kuliah guru PAUD gratis dan singkat, karena pengalaman mengajar selama ini diakui sebagai SKS.
“Tujuannya adalah mempercepat formalitas sekaligus peningkatan wawasan akademik,” tambahnya.
Program ini secara langsung menjawab tantangan yang selama ini dihadapi guru di daerah terpencil, yaitu biaya pendidikan tinggi dan waktu tempuh kuliah yang lama.
Peningkatan SDM ini, tidak berhenti pada ijazah semata. Vamelia menekankan bahwa program ini sejalan dengan program “Guru Kompeten” yang berfokus pada pelatihan penerapan pembelajaran mendalam.
”Guru yang memiliki latar belakang pendidikan yang kuat akan lebih siap untuk menerapkan pembelajaran mendalam, tidak lagi hanya sekadar mentransfer pengetahuan, tetapi memfasilitasi anak untuk berpikir kritis dan kreatif,” tambah Vamelia.
Keberhasilan program peningkatan SDM guru ini, terbukti dari lonjakan drastis Angka Partisipasi Sekolah (APS) yang mencapai 91,81% dan peningkatan PAUD terakreditasi minimal B dari 39% menjadi 61,89% dalam kurun waktu tiga tahun.
”Sebagai wakil rakyat di Komisi IV, saya akan terus mengadvokasi agar keberpihakan anggaran untuk peningkatan SDM guru, seperti beasiswa ini, menjadi agenda prioritas di seluruh Kalimantan Utara,” pungkasnya.
Ia menyebut beasiswa guru sarjana adalah bukti nyata investasi yang bisa meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Ketika kita berani berinvestasi pada kualitas pengajar, hasilnya adalah lompatan kualitas pendidikan anak-anak kita. Ini adalah modal terbesar kita untuk menciptakan generasi emas yang siap bersaing,” pesannya.
Dengan fokus pada peningkatan SDM dan dukungan regulasi, Tana Tidung telah menetapkan standar baru dalam pengelolaan pendidikan anak usia dini, menunjukkan daerah di perbatasan memiliki kekuatan yang sama untuk menciptakan perubahan besar melalui investasi yang tepat sasaran.(**)














Discussion about this post