TARAKAN – Momen hari raya idul fitri biasanya warga binaan Lembaga Pemasyarakatan mendapatkan kunjungan dari keluarga, tapi pada lebaran tahun 2020 ini hal tersebut tidak bisa dilakukan.
Langkah ini diambil, dalam rangka pencegahan penyebaran Virus Covid-19, maka tidak dimungkinkan ada kontak masyarakat luar dengan warga binaan.
Kepala Lapas Kelas II A Tarakan Purwoko Suryo Pranoto melalui humas lapas, Muhammad Fauzan Rizki mengatakan, lebaran tahun ini tidak ada jam besuk atau menjenguk warga binaan secara langsung.
“Layanan tetap diberikan berupa layanan online, melalui Video Call via Aplikasi WA (WhatsApp) dan titipan makanan,” terang humas, Senin (25/5/2020).
Sistem layanan video call yakni masyarakat dari luar menghubungi nomor hotline WA, kemudian warga binaan menerima panggilan dari bagian informasi terkait keluarga yang ingin melakukan komunikasi (kunjungan virtual)
Layanan online dan titipan dilaksanakan sesuai dengan surat dari Kemenkuham melalui Direktorat Pemasyarakatan, dimana seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) bidang pelayanan pemasyarakatan untuk melaksanakan pelayanan.
“Dilakukan serentak diseluruh UPT pemasyarakatan, baik itu Lapas, Rutan, LPKA, dan ini dilakukan khusus di Lapas kelas II A Tarakan dilaksanakan selama 4 hari kerja sampai hari Rabu,” katanya.
layanan dibuka mulai Pukul 08.00 – 11.30 Wita dan shift siang dari jam 13.00 – 16.00 Wita. Masing-masing Shift melibatkan 15 petugas. SDM sudah disiapkan di pos masing-masing untuk memenuhi kebutuhan layanan yang prima.
Per-tim bertugas di 4 loket, seperti penerimaan kunjungan dan penerimaan pengecekan titipan, sesuai dengan protokol kesehatan warga yang datang wajib menggunakan masker, cek suhu tubuh, mencuci tangan dan hand sanitizer.
“Hari kedua Alhamdulillah seperti hari pertama antusias warga cukup banyak yang menitipkan makanannya sehari rata-rata ada 500 makanan,” tutup Fauzi. (wic/iik)














Discussion about this post