TANJUNG SELOR – Peringatan Hari Ibu ke-97 di Provinsi Kalimantan Utara dimaknai sebagai momentum penguatan peran perempuan dalam membentuk kualitas generasi masa depan melalui Seminar Perempuan Hebat, Anak Berprestasi.
Kegiatan yang berlangsung Sabtu (20/12/2025) di Ruang Serbaguna Gedung Gadis Lantai 1, Tanjung Selor, itu dihadiri Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Tamara Moriska, S.H., M.H., bersama unsur pemerintah daerah, organisasi perempuan, dan tokoh masyarakat.
Seminar dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Utara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., dan mengusung tema Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045.
Tema tersebut menegaskan posisi perempuan tidak hanya sebagai pendamping, tetapi sebagai aktor utama dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam lingkup keluarga dan pendidikan anak.
Sebagai narasumber, Tamara Moriska menekankan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang sehat, berkarakter, dan berprestasi.
“Kualitas generasi ke depan sangat ditentukan dari bagaimana perempuan mendapatkan ruang, akses, dan perlindungan yang memadai. Ketika perempuan berdaya, maka anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang lebih kuat dan berkualitas,” ujar Tamara.
Menurutnya, perhatian terhadap perempuan harus diwujudkan dalam kebijakan nyata, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan keluarga, bukan sekadar peringatan seremonial.
“Peringatan Hari Ibu seharusnya menjadi pengingat bahwa perempuan adalah fondasi pembangunan manusia. Dukungan terhadap perempuan berarti kita sedang menyiapkan masa depan daerah dan bangsa,” tegasnya.
Tamara juga menilai, upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045 tidak bisa dilepaskan dari peran perempuan dalam membentuk karakter dan daya saing generasi muda sejak usia dini.
Selain sesi seminar, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah perempuan inspiratif yang dinilai memiliki kontribusi nyata di bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan di Kalimantan Utara.
Kegiatan dihadiri oleh perangkat daerah, organisasi perempuan, serta undangan lainnya sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan peran perempuan dalam pembangunan daerah.
“Memberdayakan perempuan berarti membangun fondasi sumber daya manusia yang kuat. Dari sanalah lahir generasi Kalimantan Utara yang siap bersaing dan berkontribusi bagi Indonesia ke depan,” tutup Tamara. (*)















Discussion about this post