TARAKAN, Fokusborneo.com – Denyut aktivitas lintas batas di Kota Tarakan sepanjang musim Lebaran 2026 menunjukkan tren yang menarik.
Berdasarkan rekaman data perlintasan di Pelabuhan Malundung, mobilitas warga yang keluar-masuk wilayah ini didominasi oleh agenda silaturahmi ke negara tetangga.
Selama periode 12 hingga 28 Maret 2026, tercatat ribuan orang melintasi gerbang laut Tarakan.
Meski tidak ada lonjakan ekstrem dibanding tahun lalu, angka pergerakan tetap signifikan total keberangkatan 859 orang baik Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA). Untuk kedatangan sebanyak 717 orang.
Sedangkan pergerakan warga asing, ada 300 orang masuk dan 200 orang keluar.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan, Okky Setyawan, mengungkapkan Tawau, Malaysia, masih menjadi tujuan utama bagi warga yang melakukan perjalanan internasional dari Tarakan.
”Mobilitas tahun ini memang lebih kental dengan nuansa kekeluargaan. Banyak warga kita yang menyeberang ke Tawau untuk mengunjungi kerabat, begitu juga sebaliknya. Jalur ini juga menjadi pilihan favorit bagi mereka yang ingin melanjutkan perjalanan liburan,” jelas Okky, Senin (30/3/26).
Menariknya, tingginya angka perlintasan di pelabuhan tidak berbanding lurus dengan antusiasme pembuatan paspor baru di kantor imigrasi.
Data menunjukkan mayoritas pelaku perjalanan tampaknya sudah memiliki dokumen yang aktif sebelumnya. Dari kuota tersedia sebanyak 168 permohonan per hari, realisasi lapangan rata-rata hanya 30 permohonan yang terisi.
Selain di pelabuhan, sorotan juga tertuju pada Bandara Juwata. Walaupun angka kunjungan internasional via udara masih nol karena belum adanya jadwal penerbangan rutin, pihak Imigrasi memastikan seluruh instrumen pemeriksaan telah siap 100 persen.
”Kami sudah siagakan personel dan sistem di Bandara Juwata. Begitu penerbangan internasional dibuka kembali, kami pastikan proses pemeriksaan keimigrasian bagi pengunjung akan berjalan lancar tanpa kendala,” pungkasnya.(**)















Discussion about this post