PALU, Fokusborneo.com – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), H. Achmad Djufrie, SE., MM., menghadiri puncak peringatan Haul ke-58 ulama besar Kharismatik, Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau yang lebih dikenal dengan sebutan Guru Tua.
Acara tersebut berlangsung khidmat di Kompleks Alkhairaat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (1/4/26).
Kehadiran orang nomor satu di legislatif Kaltara ini merupakan bentuk penghormatan tinggi terhadap sosok pendiri Alkhairaat tersebut.
Di sela-sela kegiatan, H. Achmad Djufrie memberikan apresiasi mendalam atas warisan pemikiran dan perjuangan Guru Tua.
Menurut H. Achmad Djufrie, sosok Guru Tua bukan sekadar ulama, melainkan pilar penting dalam sejarah pendidikan di kawasan Indonesia Timur, termasuk dampaknya yang terasa hingga ke Kaltara.
”Kehadiran kami di sini adalah bentuk takzim kepada almarhum Guru Tua. Beliau adalah teladan nyata bagaimana dakwah dan pendidikan harus berjalan beriringan. Semangat inilah yang harus kita bawa pulang ke Kaltara untuk terus membangun moral dan intelektual generasi muda kita,” ujar Achmad Djufrie.
Politisi Gerindra itu juga menambahkan Haul ini bukan hanya sekadar ritual tahunan untuk mengenang jasa seseorang, melainkan sebuah momentum untuk melakukan refleksi diri.
Melihat ribuan jemaah yang memadati lokasi dari berbagai penjuru nusantara, Ketua DPRD Kaltara ini menekankan pentingnya menjaga persatuan serta menjadikan Haul sebagai ajang silaturahmi nasional antarumat.
Ia juga mengajak masyarakat Kaltara hadir untuk mengambil nilai ketulusan Guru Tua dalam membangun lembaga pendidikan tanpa memandang perbedaan.
DPRD mendorong kolaborasi antara nilai-nilai agama dan pembangunan daerah untuk menciptakan masyarakat yang madani.
”Kita melihat bagaimana ribuan orang berkumpul dengan satu tujuan. Ini adalah bukti bahwa nilai-nilai ukhuwah Islamiyah yang diajarkan Guru Tua masih sangat relevan. Kita perlu memperkuat persaudaraan ini dalam menjaga kondusivitas dan kemajuan di Kalimantan Utara,” tegasnya.
Acara Haul ke-58 ini diisi dengan pembacaan Yasin dan tahlil, pembacaan manaqib (riwayat hidup) Guru Tua, serta ceramah agama dari para ulama terkemuka.
Sejumlah pejabat tinggi negara, tokoh agama, dan ribuan santri turut hadir memenuhi kawasan pusat Alkhairaat tersebut.
Dengan berakhirnya rangkaian Haul ini, H. Achmad Djufrie berharap nilai-nilai kebaikan yang didapat dari Kota Palu dapat diimplementasikan dalam kebijakan dan semangat pengabdian di Provinsi Kaltara.(*/mt)














Discussion about this post