TARAKAN, Fokusborneo.com – Gelombang kenaikan harga energi kembali menghantam kantong warga. Belum usai publik beradaptasi dengan naiknya harga Pertamax Turbo dan Dexlite, per 18 April 2026 kemarin, harga LPG non-subsidi jenis Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg resmi ikut melambung.
Berdasarkan pantauan di Pangkalan Samudra Mas, Kelurahan Pamusian, Rabu (22/4/26), harga jual eceran kini berada di angka yang cukup signifikan. Tabung 5,5 kg dibanderol Rp130 ribu, sementara ukuran 12 kg melonjak hingga Rp280 ribu per tabung.
Pemilik Pangkalan Samudra Mas, Mahmud, menyebutkan lonjakan harga ini sangat terasa bagi operasional pangkalannya. Sebelumnya, ia masih bisa melepas tabung 12 kg di harga Rp250 ribu.
”Modal dari agen saja sekarang sudah di kisaran Rp265 ribu. Karena ini barang non-subsidi, harga di tiap pangkalan pasti bervariasi tergantung kebijakan masing-masing,” jelas pria yang sudah berjualan sejak era minyak tanah tahun 2005 ini.
Kondisi pasar saat ini terpantau lesu. Mahmud mengaku pasokan yang masuk sekitar 50 hingga 90 tabung per bulan kini lebih banyak mengendap di gudang karena sepinya peminat.
Satu hal yang paling dikhawatirkan adalah potensi migrasi konsumen dari gas non-subsidi ke gas melon 3 kg yang disubsidi pemerintah. Mahmud mengamati, daya beli masyarakat yang sedang sulit membuat tabung merah muda (Bright Gas) kian tidak terjangkau.
Ia menyebut sekarang pelaku usaha kecil kini menjadi pelanggan utama yang tersisa, meski mereka harus merogoh kocek lebih dalam.
Berbeda dengan pangkalan lain yang mungkin masih memiliki stok lama, Mahmud mengaku stoknya saat ini adalah barang baru dengan harga modal yang sudah tinggi.
Meski penjualan merosot tajam, ia mengaku hanya bisa pasrah mengikuti regulasi pusat.
”Keputusan pemerintah tidak bisa kita bantah. Sekarang penjualan memang lesu sekali. Tapi mau bagaimana lagi? Orang tetap beli meski mengeluh, supaya dapur mereka tetap bisa mengepul,” tutupnya dengan nada getir.
Situasi ini menjadi tantangan besar, mengingat pengawasan distribusi LPG 3 kg harus diperketat agar jatah warga miskin tidak dimakan mereka yang seharusnya menggunakan gas non-subsidi.(*/mt)















Discussion about this post