TARAKAN, Fokusborneo.com – Suksesnya pelaksanaan acara pelepasan siswa kelas IX SMP Negeri 7 Tarakan yang digelar secara sederhana di halaman sekolah, diharapkan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain.
Komisi II DPRD Kota Tarakan secara tegas meminta seluruh Satuan Pendidikan, baik Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di bawah kewenangan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan, untuk menerapkan prinsip serupa.
Ketua Komisi II DPRD Kota Tarakan, Simon Patino, menekankan imbauan ini berlaku mutlak bagi seluruh sekolah negeri di Bumi Paguntaka. Sekolah dilarang keras memaksakan ego seremonial yang berujung pada penarikan iuran besar untuk menyewa hotel atau gedung mewah.
“Kami ingatkan kepada semua kepala sekolah dan komite SD dan SMP Negeri ini berada di bawah kewenangan Pemkot Tarakan memiliki frekuensi yang sama. Jangan bebani orang tua siswa dengan acara perpisahan yang bermewah-mewahan, karena kondisi ekonomi semua orang berbeda,” tegas Simon Patino.
Menurut Simon, prioritas utama orang tua saat ini adalah mempersiapkan biaya masuk ke jenjang pendidikan selanjutnya, baik dari SD ke SMP, maupun dari SMP ke SMA/SMK. Anggaran yang seharusnya bisa digunakan untuk membeli seragam baru, buku, dan perlengkapan sekolah lainnya, jangan sampai habis hanya untuk acara seremonial satu hari.
Ia juga menambahkan sekolah harus kreatif memanfaatkan fasilitas yang ada. Halaman sekolah, aula, atau ruang kelas bisa disulap menjadi tempat perpisahan yang sangat berkesan jika dikemas dengan baik.
”Esensinya itu rasa syukur dan pelepasan secara formal. Itu bisa dilakukan di sekolah secara sederhana namun tetap khidmat dan menyentuh. Penampilan seni dari siswa justru lebih hidup kalau diadakan di sekolah sendiri,” lanjutnya.
Komisi II DPRD Tarakan memastikan akan terus memantau proses kelulusan dan pelepasan siswa tahun ini.
Pihaknya tidak segan untuk berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Tarakan jika mendapati adanya laporan sekolah negeri yang masih membebankan biaya perpisahan yang memberatkan dan dikeluhkan wali murid.(*/mt)















Discussion about this post