• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Ekonomi

Pedagang Sapi Lokal di Tarakan Keluhkan Adanya Dugaan Monopoli Pasokan Sapi

by Redaksi
28/05/2026
in Ekonomi
A A

Ketua Koperasi SMS Tarakan Syamsurijal (Baju Putih) dan Pedagang Lokal Memperlihatkan Sapi Jenis Limosin yang Sudah Dirawat dan Belum Lalu Hingga H+2 Idul Adha 1447H. Foto: fokusborneo.com

​TARAKAN, FokusBorneo.com – Momen Hari Raya Idul Adha yang biasanya menjadi ladang rezeki bagi para pelaku usaha ternak, kali ini menyisakan tantangan berat bagi para pedagang sapi lokal yang tergabung dalam Koperasi Sahabat Maju Sejahtera (SMS) Tarakan. Pihak koperasi mengeluhkan adanya penurunan penjualan akibat dinamika pasar dan sistem tata niaga pasokan yang dinilai perlu dievaluasi kembali.

​Kondisi tersebut diduga dipicu oleh melimpahnya pasokan sapi dari luar daerah menjelang hari raya, yang berdampak pada fluktuasi harga di tingkat lokal. Situasi ini dinilai belum sepenuhnya berjalan selaras dengan semangat kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) Government to Government (GtoG) yang pernah dibangun antara Pemerintah Kabupaten Gorontalo dan Pemerintah Kota Tarakan.

Baca Juga

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 Bawa Uang Layak Edar Rp6 Miliar ke Wilayah Terluar di Kaltara

Operasikan Kapal Cepat Torpedo KRI Ajak-653 Jaga Keamanan Laut Sekaligus Kedaulatan Rupiah

Kawal Kedaulatan Batas Negara Melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat Wilayah Kaltara

Electrifying Bidang Pertanian Membuat Lebih Efisien, PLN Fasilitasi Peralatan Pertanian di Desa Margomulyo

​Ketua Koperasi SMS Tarakan, Syamsurijal mengungkapkan bahwa tujuan awal dibentuknya MoU pada tahun 2022 lalu adalah untuk menciptakan peta jalan (roadmap) usaha yang harmonis dan kondusif. Pemerintah diharapkan hadir sebagai fasilitator agar ketersediaan sapi di Tarakan tetap stabil dan berimbang, sehingga tercipta persaingan sehat yang menguntungkan konsumen maupun pedagang.

​”Harapan kami, tata niaga ini bisa dijalankan dengan suasana yang kondusif, dalam arti persaingannya berjalan normal. Namun yang kami rasakan di lapangan, menjelang hari raya pasokan yang masuk cukup berlebih. Ketika barang terlalu melimpah, terjadi koreksi harga yang cukup signifikan di pasar,” ujar Syamsurijal saat ditemui, Kamis (28/5/2026).

​Menurut Syamsurijal, melimpahnya pasokan di pasar membuat posisi tawar konsumen menjadi lebih kuat, sehingga sebagian masyarakat memilih untuk menunda pembelian di kandang-kandang peternak lokal. Di sisi lain, muncul anggapan di sebagian kalangan masyarakat bahwa harga sapi di peternak lokal relatif tinggi.

​Merespons hal tersebut, Syamsurijal membeberkan hitung-hitungan operasional peternak di Tarakan. Untuk menjaga kualitas dan kesehatan hewan, biaya perawatan satu ekor sapi mencapai kisaran Rp15.000 per hari untuk keperluan pakan seperti ampas tahu, dedak, garam, hingga vitamin.

​”Jika diakumulasikan selama 10 bulan, biaya perawatan per ekor bisa mencapai Rp4,5 juta. Margin keuntungan yang diambil anggota koperasi sekitar Rp5 juta dari modal awal, dan itu didasarkan pada biaya riil perawatan jangka panjang. Sementara untuk pasokan yang baru datang, struktur biayanya tentu berbeda,” jelasnya.

​Selain masalah harga, pihak koperasi juga menyoroti munculnya perantara atau pihak ketiga dadakan yang memanfaatkan momentum digitalisasi untuk bertransaksi tanpa melalui proses pemeliharaan jangka panjang, yang dinilai turut memengaruhi ekosistem perdagangan sapi di Tarakan.

​Berdasarkan data yang dihimpun Koperasi SMS dari Bagian Ekonomi Setda Tarakan, kebutuhan sapi untuk Idul Adha tahun ini berkisar antara 1.300 hingga 1.500 ekor, dengan rata-rata akumulasi pasokan tahunan mencapai 3.000 ekor.

​Namun, karena adanya kendala dalam sinkronisasi kuota, sejumlah titik kandang anggota koperasi pasca-lebaran dilaporkan masih menyisakan stok sapi yang belum terjual. Beberapa titik seperti di kawasan Juwata, Pasir Putih, dan daerah sekitar rumah sakit mencatat adanya sisa modal yang tertahan karena sapi belum laku.

​”Sapi ini makhluk hidup yang membutuhkan biaya perawatan berjalan setiap harinya. Berbeda dengan komoditas lain yang bisa disimpan lama, operasional untuk sapi terus keluar. Kami berharap ada perhatian dan ruang komunikasi dari instansi terkait untuk menjembatani hal ini,” tambah Syamsurijal.

​Masa berlaku MoU GtoG yang menyisakan waktu satu tahun lagi diharapkan bisa menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Tarakan, khususnya dinas teknis, untuk memediasi pertemuan bisnis (Business to Business) antara pihak pemasok luar daerah dan pelaku usaha lokal.

​Pihak Koperasi SMS menegaskan, mereka sangat terbuka terhadap pasokan dari luar daerah demi memenuhi kebutuhan pemotongan di Tarakan. Keluhan ini disampaikan bukan untuk membatasi pasar, melainkan sebagai harapan agar tercipta tata kelola niaga yang lebih transparan, adil, dan seimbang bagi seluruh pemangku kepentingan di Bumi Paguntaka. (**)

Tags: #sapi #lokal #tarakan

Berita Lainnya

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 Bawa Uang Layak Edar Rp6 Miliar ke Wilayah Terluar di Kaltara
Ekonomi

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 Bawa Uang Layak Edar Rp6 Miliar ke Wilayah Terluar di Kaltara

14 Juli 2026 11:45
Operasikan Kapal Cepat Torpedo KRI Ajak-653 Jaga Keamanan Laut Sekaligus Kedaulatan Rupiah
Ekonomi

Operasikan Kapal Cepat Torpedo KRI Ajak-653 Jaga Keamanan Laut Sekaligus Kedaulatan Rupiah

14 Juli 2026 11:19
Kawal Kedaulatan Batas Negara Melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat Wilayah Kaltara
Ekonomi

Kawal Kedaulatan Batas Negara Melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat Wilayah Kaltara

14 Juli 2026 10:17
Daerah

Electrifying Bidang Pertanian Membuat Lebih Efisien, PLN Fasilitasi Peralatan Pertanian di Desa Margomulyo

14 Juli 2026 08:50
Daerah

PLN UIP KLT Dorong Ketahanan Pangan Keluarga Melalui Pengelolaan Sampah

13 Juli 2026 18:43
Ekonomi

Dorong UMKM Disabilitas Naik Kelas, PEP Tarakan Field Bawa Batik Kubedistik ke Panggung Nasional

13 Juli 2026 18:38
Next Post

Dugaan Cemarkan Nama Baik LDII, Pemilik Akun Tiktok Info Kaltara Dilaporkan ke Polisi  

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Raih Pengakuan Global Lewat Program Pemberdayaan dan Keberlanjutan

Perluas Manfaat bagi Masyarakat Melalui Semangat Kebersamaan, Telkomsel Salurkan Hewan Kurban Iduladha 1447 H

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Ketua Umum TP PKK Tutup HUT ke-46 Dekranas, Tegaskan Komitmen Majukan Perajin Daerah

    Balikpapan Lahirkan Dua Atlet yang Bermain di Timnas Voli , Rama dan Sakira

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolda Baru Irjen Agus Wijayanto Disambut Hangat di Polda Kaltara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan Salurkan Bantuan melalui Program Pertamina Berkah dan Dana Kebermanfaatan Pasar Murah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gubernur Dorong Sinergi dengan Bea Cukai Perkuat Perdagangan di Perbatasan dan Ekspor UMKM

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan dan Jembatan Terancam Rusak, Pemkab Tana Tidung Batasi Muatan Truk Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Tim Jibom Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kaltim Evakuasi Proyektil Bom Militer Sisa PD II di Balikpapan

14 Juli 2026 11:57
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 Bawa Uang Layak Edar Rp6 Miliar ke Wilayah Terluar di Kaltara

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 Bawa Uang Layak Edar Rp6 Miliar ke Wilayah Terluar di Kaltara

14 Juli 2026 11:45
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP