SAMARINDA, Fokusborneo.com – Yayasan Baitul Maal (YBM) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Samarinda terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui keterlibatan aktif dalam Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dengan melakukan survei lapangan bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kota Samarinda pada Rabu (3/6) untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar diterima oleh anak dan keluarga yang membutuhkan.
Sebanyak 21 anak calon penerima manfaat Program GENTING menjadi sasaran verifikasi lapangan yang dilakukan di sejumlah wilayah Kota Samarinda, meliputi Kelurahan Teluk Lerong Ilir, Dadi Mulya, Jawa, Air Putih, Gunung Kelua, Air Hitam, Sidodadi, dan Bukit Pinang. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesesuaian data calon penerima manfaat dengan kondisi riil di lapangan sehingga bantuan yang akan disalurkan dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal.
Dalam pelaksanaannya, YBM PLN bersama BKKBN melakukan kunjungan langsung ke rumah calon penerima manfaat untuk melihat kondisi keluarga, lingkungan tempat tinggal, serta kebutuhan yang diperlukan guna mendukung tumbuh kembang anak.
Kepala Perwakilan BKKBN Kota Samarinda, Dr. Nurizky Permanajati, M.H., mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan YBM PLN dalam mendukung Program GENTING.
“Penanganan stunting membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Kehadiran YBM PLN menunjukkan bahwa dunia usaha dapat mengambil peran aktif dalam mendukung upaya pemerintah. Yang tidak kalah penting, proses verifikasi yang dilakukan bersama ini memastikan bantuan dapat diterima oleh keluarga yang memang membutuhkan,” ungkapnya.
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, mengatakan bahwa partisipasi PLN melalui YBM dalam Program GENTING merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pembangunan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
“Kami meyakini bahwa upaya pencegahan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Melalui YBM PLN, kami berupaya mengambil bagian dalam mendukung tumbuh kembang generasi yang sehat dan berkualitas, karena generasi yang sehat hari ini akan menjadi fondasi pembangunan bangsa di masa depan,” ujar Chaliq.
Manager PLN UP3 Samarinda, Adrian Sitompul, menjelaskan bahwa survei lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.
“Melalui verifikasi langsung, kami dapat memastikan kesesuaian data calon penerima manfaat dengan kondisi di lapangan sehingga bantuan yang nantinya disalurkan benar-benar tepat sasaran. Langkah ini juga membantu kami memahami kebutuhan masing-masing keluarga agar program dapat memberikan manfaat yang optimal,” jelas Adrian.
Adrian menambahkan bahwa hasil survei lapangan akan menjadi dasar dalam penetapan penerima manfaat Program GENTING. Melalui sinergi antara pemerintah, YBM PLN, dan berbagai pemangku kepentingan, program ini diharapkan dapat mendukung pemenuhan gizi anak sekaligus berkontribusi pada percepatan penurunan angka stunting di Kota Samarinda.
Sebagai bagian dari komitmen sosial perusahaan, PLN melalui YBM akan terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui kolaborasi dan semangat gotong royong, PLN berharap dapat turut mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan berdaya saing.(*)












Discussion about this post