TARAKAN, Fokusborneo.com – Tekanan inflasi di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) pada periode Mei 2026 dilaporkan tetap terkendali. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Bank Indonesia, Provinsi Kaltara mencatat inflasi bulanan sebesar 0,27% (month-to-month/mtm).
Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan dengan inflasi bulan April 2026 yang hanya sebesar 0,02% (mtm).
Secara tahunan, inflasi gabungan tiga kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kaltara tercatat sebesar 2,90% (year-on-year/yoy). Capaian ini menunjukkan performa yang cukup baik karena berada lebih rendah jika dibandingkan dengan tingkat inflasi Nasional yang menyentuh angka 3,08% (yoy).
Secara spasial, pergerakan harga di tingkat daerah menunjukkan variasi yang cukup dinamis di tiga wilayah pantauan yaitu Kota Tarakan mengalami inflasi tertinggi sebesar 0,41% (mtm). Tanjung Selor menyusul dengan catatan inflasi sebesar 0,39% (mtm), serta Kabupaten Nunukan berhasil mengalami deflasi tipis sebesar -0,03% (mtm).
Berdasarkan siaran pers Bank Indonesia Kaltara, terdapat beberapa komoditas utama yang menjadi motor penggerak maupun penyeimbang inflasi selama Mei 2026 diantaranya tarif angkutan udara mengalami kenaikan yang dipengaruhi penyesuaian biaya operasional penerbangan akibat naiknya harga avtur.
Begitu juga harga beras juga mengalami kenaikan akibat terbatasnya pasokan dan meningkatnya harga gabah di tingkat petani, serta adanya kenaikan biaya distribusi antarwilayah.
Harga sawi hijau ikut merangkak naik karena dipengaruhi oleh penurunan pasokan akibat meningkatnya curah hujan, sementara permintaan di pasar tetap terjaga.
Sedangkan komoditas penahan inflasi yaitu telur ayam ras dan daging ayam ras yang mengalami penurunan harga seiring dengan turunnya harga pakan jagung pipilan kering di tingkat peternak serta adanya normalisasi harga pasca-momen Idul Fitri.
Selain itu, harga cabe rawit ikut mengalami penurunan berkat pasokan yang terjaga, lancarnya distribusi antarwilayah, serta berlangsungnya masa panen di beberapa sentra produksi.
Di sisi lain, tingkat konsumsi masyarakat diprediksi tetap kuat. Bank Indonesia Kaltara mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Kaltara pada Mei 2026 berada pada level optimis, yaitu sebesar 122,14.
“Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Kaltara berada pada level optimis, yaitu sebesar 122,14 pada Mei 2026 sejalan dengan konsumsi yang meningkat selama Idul Adha,” tulis Bank Indonesia Provinsi Kaltara dalam keterangan resminya, Senin (8/6/26).
Secara keseluruhan, koordinasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta berbagai instansi terkait terus diperkuat guna memastikan stabilitas harga di Kaltara tetap terjaga di tengah momentum hari besar keagamaan.(*/mt)















Discussion about this post