MARATUA, Fokusborneo.com — Selama berabad-abad, laut menjadi satu-satunya penghubung Pulau Maratua dengan dunia luar.
Kini, pulau terluar Indonesia itu memasuki babak baru, yakni transformasi digital yang mengubah wajah pendidikan, ekonomi, hingga layanan publik secara signifikan. Di SD Negeri 001 Payung-Payung, perubahan terasa nyata.
Para siswa tidak lagi terbatas pada buku cetak dan papan tulis. Dengan bantuan perangkat chromebook dan akses internet, mereka kini dapat belajar dari berbagai sumber global. Meski demikian, tantangan konektivitas masih dirasakan. Untuk jaringan hanya provider Telkomsel, Starlink atau Internet dari pemerintah Bakti Komdigi
secara gratis.
Kami juga dibantu internet dari pemerintah daerah menggunakan Bakti Komdigi tapi hanya sekitar 10 persen digunakan,, kadanf kalau jaringan lelet banyak yang menggunakan kami ya pakai starlink” ujar Hetty Ramlah, Wali Kelas I SD 001 Payung – Payung. Kamis (11/6/2026).
Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Komdigi, Fadhilah Mathar, mengungkapkan bahwa tingginya penggunaan internet di sekolah juga berdampak pada akses masyarakat sekitar.
Hal ini menunjukkan bahwa infrastruktur digital tidak hanya hadir, tetapi benar-benar dimanfaatkan masyarakat.
Melalui program BAKTI, jaringan BTS 4G, layanan Universal Service Obligation (USO), dan titik akses internet telah tersebar di berbagai wilayah Maratua.
Hasilnya terlihat dari tingginya jumlah pengguna, seperti di SDN 001 Payung-Payung yang mencatat lebih dari 500 pengguna aktif.
Sementara itu, BTS di Kampung Bohesilian melayani lebih dari 200 pengguna setiap bulan dengan tingkat keandalan tinggi.
Plt Direktur Infrastruktur BAKTI Komdigi, Darien Aldiano, menyebut tingginya utilisasi ini sebagai indikator kesiapan masyarakat dalam mengadopsi teknologi digital. “Tugas kami memastikan akses ini terus meningkat kualitasnya,” ujarnya.
Transformasi digital di Maratua juga berdampak pada sektor pariwisata dan UMKM. Promosi wisata kini dilakukan secara daring, reservasi penginapan lebih mudah, hingga pembayaran nontunai mulai diterapkan. Data menunjukkan kunjungan wisata meningkat hingga 337 persen pascapandemi.
Pulau Maratua kini menjadi contoh nyata bagaimana konektivitas digital dapat memperkuat kedaulatan sekaligus mendorong kesejahteraan. Dari wilayah terluar, lahir bukti bahwa transformasi digital mampu membuka peluang setara bagi seluruh anak bangsa.
“Fokus kami ialah memberikan kemudahan untuk jaringan komunikasi sekolah, layanan kesehatan dan Kantor Kepala Kampung, maupun Pos Penjagaan TNI AL di Pulau Maratua,” tutupnya.(**)















Discussion about this post