TARAKAN, Fokusborneo.com – Riuh rendah tabuhan musik dan warna-warni budaya memadati jalanan Kota Tarakan, Sabtu, (4/6/26).
Di antara ratusan peserta Pawai Iraw Tengkayu XV, ada satu pemandangan yang berhasil mencuri perhatian publik iringan rombongan Ikatan Perempuan Pakuwaja (IPP) Kota Tarakan.
Membawa nomor peserta 055, organisasi sosial wadah silaturahmi warga Jawa di Tarakan ini tidak sekadar ikut meramaikan. Mereka membawa pesan mendalam tentang kekuatan perempuan, akulturasi budaya, dan komitmen menjaga tanah rantau.
Ada makna mendalam di balik estetika pertunjukan IPP Tarakan kali ini. Mengusung sinopsis yang kuat, mereka menampilkan simbol busur panah yang melambangkan sosok Srikandi perempuan tangguh yang maju pantang mundur.
Simbol kegagahan ini kemudian dipercantik dengan rangkaian taman bunga yang merepresentasikan kelembutan sekaligus kekuatan seorang perempuan.
Tak kalah memukau, perpaduan warna merah, kuning, dan hijau yang mereka kenakan bukan tanpa arti. Kombinasi warna tersebut merupakan manifestasi nyata dari pepatah “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.” Sebuah penegasan warga Jawa di Kalimantan Utara (Kaltara) siap menyatu dan menjaga kearifan lokal Paguntaka.
“Mari bersama bersatu, berdaulat melindungi budaya. Gemilang Paguntaka, jaya selamanya,” bunyi penggalan sinopsis IPP Tarakan yang membakar semangat penonton.
Mengenakan busana adat Jawa Timur yang anggun, para pengurus dan anggota IPP Tarakan tampil memikat sepanjang rute pawai.
Ketua IPP Tarakan, Ibu Nunung Tri Sulistiawati, S.H., M.H., di sela-sela kemeriahan acara, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Menurutnya, momentum Iraw Tengkayu ini adalah panggung pembuktian eksistensi warga Jawa dalam menjaga warisan leluhur.
”Bangga tentunya IPP Tarakan bisa hadir dan berpartisipasi langsung di tengah pagelaran seni budaya ini. Ini adalah momentum bagi kita untuk bangkit melestarikan seni budaya di tanah rantau,” ujar Nunung.
Ia juga menambahkan pemilihan busana adat Jawa Timur ini bertujuan untuk memantik rasa bangga generasi muda warga Jawa di Tarakan terhadap akar budaya mereka, tanpa melupakan ruang di mana mereka hidup saat ini.
IPP Tarakan terus membuktikan diri sebagai organisasi yang besar dan sehat. Lewat prinsip Gotong Royong, mereka selalu terbuka untuk bersinergi dengan komunitas adat lain, organisasi kemasyarakatan, hingga Pemerintah Kota Tarakan dan Pemprov Kaltara.
Bukan cuma soal parade, IPP Tarakan berkomitmen memberikan kontribusi nyata di berbagai sektor kehidupan mulai dari geliat ekonomi, sosial, kebudayaan, hingga pembinaan kerohanian.
Lewat partisipasi di Iraw Tengkayu XV ini, IPP Tarakan kembali menegaskan jargon utama mereka: “Guyub Rukun Saklawase, Semangat Urip Bebarengan.” Sebuah pesan damai bahwa kebersamaan adalah kunci utama untuk mendukung kemajuan pembangunan di Kota Tarakan dan Provinsi Kaltara.(**)















Discussion about this post