TARAKAN, Fokusborneo.com – Ribuan mata berkaca-kaca menatap panggung utama Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-43 Universitas Borneo Tarakan (UBT) yang dilaksanakan di Hall Lantai 4, Gedung Rektorat UBT, Rabu (29/7/26).
Di balik gemuruh tepuk tangan dan tawa kebahagiaan, sebanyak 755 wisudawan dari berbagai penjuru bumi perbatasan resmi mengakhiri masa studinya dan siap mengarungi samudera kehidupan yang baru.
Rektor UBT, Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H., resmi melepas 755 wisudawan-wisudawati dan mengembalikan kepada orangtuanya masing-masing dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-43.
Dalam sambutannya, Prof. Yahya menegaskan momentum wisuda bukanlah garis akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab baru yang harus diemban para lulusan di tengah masyarakat.
”Wisuda hari ini menandakan bukan berakhirnya proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab baru yang akan saudara emban. Kualitas bukanlah tindakan, tetapi kebiasaan,” tegas Prof. Yahya.
Ia menambahkan, kesuksesan tidak hanya diukur dari satu pencapaian saat wisuda, melainkan dari konsistensi lulusan dalam membangun karakter dan etos kerja secara berkelanjutan.
”Gelar akademik yang saudara peroleh hari ini harus dimaknai sebagai amanah. Amanah yang terus menuntut untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, memberi kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan bernegara,” lanjutnya.

Adapun rincian 755 wisudawan UBT pada periode ke-43 kali ini terdiri dari beberapa jenjang program studi dengan rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang sangat memuaskan.
Program Magister (S2) sebanyak 162 lulusan dengan rata-rata IPK 3,78, Program Sarjana (S1) sebanyak 567 lulusan dengan rata-rata IPK 3,58, Program Diploma 3 (D3) sebanyak 3 lulusan dengan ata-rata IPK 3,09, serta Program Profesi sebanyak 23 lulusan dengan rata-rata IPK 3,82.
Tak hanya dari sisi kelulusan dan IPK, Rektor juga mengapresiasi efisiensi masa studi para mahasiswa.
Lulusan dengan masa studi kurang dari 4,5 tahun mencapai 52,38 persen. Sedangkan lulusan yang menempuh masa studi lebih dari 4,5 tahun sebanyak 47,62 persen.
“Capaian ini tentu saja harus kita syukuri bersama. Data ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan proses pendidikan di UBT yang pelan-pelan kita lakukan perbaikan di berbagai aspek,” ujarnya.
Sebagai perguruan tinggi negeri di wilayah perbatasan Indonesia, UBT terus membuktikan kualitasnya melalui berbagai torehan prestasi mahasiswa di tingkat nasional hingga internasional.
Di tingkat nasional, tiga mahasiswa UBT berhasil lolos dan memenangkan pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kemendikbudristek, yakni Rina Febrianti (Dosen Pembimbing: Dr. Alamuddin), Santika (Dosen Pembimbing: Dr. Alamuddin) dan Lian Juberli (Dosen Pembimbing: Kristin Dita Nuraeni).

Sementara di kancah internasional, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) mengirim empat mahasiswa untuk mengikuti Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) Luar Negeri, yakni Nahda Anisa (PGSD), Sinta Agiulina Tarigan, Afrida Meliatayani, dan Faisal di Batangas State University, Central Luzon State University of Agriculture, serta Saint Louis College di Filipina.
Selain itu, mahasiswa Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Alisa Nur Hafizah, sukses mengikuti Korea Agri-Youth Leadership Program.
Tak kalah membanggakan, mahasiswa Prodi Akuakultur FPIK, Nur Fadhilah, baru saja menyelesaikan program Young Talents Exchange Course selama satu bulan di Saga University, Jepang.
“Saya berpesan, jaga baik nama almamater Di mana pun Anda berada, saudara adalah cerminan Universitas Borneo Tarakan. Tunjukkan bahwa lulusan kita mampu memberikan kesan bahwa kita memiliki kemauan dan kemanfaatan yang lebih besar,” cetus Rektor.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Yahya juga menyampaikan permohonan maaf kepada para orang tua wisudawan yang tidak dapat mendampingi putra-putrinya di dalam ruangan utama lantai empat karena terbatasnya kapasitas tempat duduk.
Pihak rektorat berjanji akan terus memperjuangkan pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR) atau aula serbaguna berkapasitas besar agar wisuda di tahun-tahun mendatang bisa menampung seluruh orang tua dan tamu undangan secara langsung dalam satu tempat.
“Mudah-mudahan pengorbanan orang tua dan doa yang tidak putus-putusnya menjadi penguat bagi para wisudawan untuk menjadi orang-orang yang sukses dan berdaya saing bagi nusa dan bangsa,” pungkasnya.(*/mt)













Discussion about this post