• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Ekonomi

Bank Indonesia Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, MDR QRIS 0 Persen Diperluas

by Redaksi
18/08/2026
in Ekonomi
A A
Bank Indonesia Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, MDR QRIS 0 Persen Diperluas

Ilustrasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) yang diluncurkan Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026). Foto : Ist

JAKARTA, Fokusborneo.com  – Bank Indonesia (BI) bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) sebagai inovasi dalam sistem pembayaran domestik. Peluncuran tersebut dilakukan bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026), sekaligus menjadi bagian dari respons kebijakan untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital nasional.

Peluncuran KKI menjadi salah satu langkah BI bersama industri sistem pembayaran untuk meningkatkan efisiensi transaksi, memperluas inklusivitas serta memperkuat daya saing pelaku usaha. Penguatan sistem pembayaran yang semakin efisien dan inklusif diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat dan menopang pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Baca Juga

BI Balikpapan Ungkap Pemicu Inflasi September di Balikpapan dan PPU

Jaga Work-Life Balance, BRI Samarinda Gajah Mada Rutin Gelar Olahraga Bersama

Perikanan Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Tarakan

BRI Samarinda Gajah Mada Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Selain meluncurkan KKI, BI juga mengumumkan perluasan kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0 persen yang mulai berlaku pada 1 Oktober 2026.

Kebijakan MDR 0 persen tetap diberlakukan bagi merchant Usaha Mikro (UMI) untuk transaksi hingga Rp500.000. Sementara itu, kebijakan tersebut diperluas kepada merchant kategori kecil, menengah dan besar untuk transaksi hingga Rp100.000.

Sebelumnya, transaksi pada kategori merchant tersebut dikenakan MDR sebesar 0,7 persen. Perluasan MDR 0 persen diharapkan dapat menekan biaya transaksi sekaligus memperluas manfaat digitalisasi pembayaran bagi pelaku usaha dan masyarakat.

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan setiap pengembangan sistem pembayaran harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan dan daya saing ekonomi nasional.

“Respons kebijakan ini berangkat dari satu optimisme bahwa kebijakan ini menjadi wujud nyata sumbangsih Bank Indonesia bersama industri sistem pembayaran bagi bangsa Indonesia, sekaligus menjadi hadiah kemerdekaan untuk masyarakat,” ujar Destry.

Menurutnya, kebijakan tersebut dibangun dengan mempertimbangkan keseimbangan antara kepentingan masyarakat, ruang pertumbuhan merchant dan peluang bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), dengan tetap memperhatikan keberlanjutan industri.

Kartu Kredit Indonesia hadir sebagai alternatif instrumen pembayaran dengan fasilitas penundaan pembayaran atau deferred payment. Berbeda dengan kartu kredit konvensional yang menggunakan jaringan pembayaran internasional, KKI diproses melalui ekosistem domestik untuk mendukung penguatan ekonomi dan keuangan digital nasional.

KKI dapat digunakan sebagai sumber dana untuk melakukan transaksi melalui QRIS, baik dengan metode pindai (scan) maupun Tap.

Sejak diluncurkan pada 17 Agustus 2026, sebanyak delapan Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) telah menerbitkan KKI. Delapan lembaga tersebut yakni BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, Permata, Bank Mega dan Bank Syariah Indonesia (BSI) yang mengembangkan skema pembiayaan berbasis syariah.

Ke depan, KKI akan terus dikembangkan, baik dari sisi fitur maupun layanan, seiring dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ekosistem pembayaran digital nasional.

Perkembangan QRIS juga menunjukkan semakin luasnya penggunaan pembayaran digital dalam aktivitas ekonomi masyarakat.

Hingga Juni 2026, jumlah pengguna QRIS telah mencapai 65,77 juta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6,23 juta merupakan pengguna baru sepanjang Januari hingga Juni 2026.

Dari sisi merchant, QRIS telah menjangkau 44,86 juta merchant. Sebanyak 96,68 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi pembayaran tidak hanya digunakan oleh usaha berskala besar, tetapi juga semakin dekat dengan pelaku usaha mikro dan kecil.

Dari sisi transaksi, QRIS mencatatkan 12,55 miliar transaksi sepanjang semester I 2026. Secara nominal, nilai transaksi mencapai Rp1,12 kuadriliun atau tumbuh 93,92 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Peluncuran KKI dan perluasan MDR QRIS 0 persen merupakan hasil sinergi BI bersama ASPI, penyelenggara jasa sistem pembayaran serta berbagai pemangku kepentingan.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penguatan ekonomi digital dan kemandirian ekonomi nasional, sekaligus mendukung arah Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 dan program Asta Cita pemerintah.

Dengan semakin kuatnya ekosistem pembayaran domestik, BI berharap transformasi digital dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat, membuka ruang pertumbuhan bagi pelaku usaha dan pada akhirnya memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.(**)

Tags: Asosiasi Sistem Pembayaran IndonesiaASPIBank IndonesiaBIDigitalisasi Pembayaranekonomi digitalEkonomi nasionalHUT ke 81 RIJakartaKartu Kredit IndonesiaKemerdekaan RIKeuangan DigitalKKIMDR QRISMerchantPembayaran DomestikPenyelenggara Jasa PembayaranPJPQRISsistem pembayaran digitalUMKM

Berita Lainnya

Ekonomi

BI Balikpapan Ungkap Pemicu Inflasi September di Balikpapan dan PPU

2 Oktober 2026 20:18
Ekonomi

Jaga Work-Life Balance, BRI Samarinda Gajah Mada Rutin Gelar Olahraga Bersama

2 Oktober 2026 15:10
Perikanan Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Tarakan
Ekonomi

Perikanan Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Tarakan

1 Oktober 2026 13:00
Ekonomi

BRI Samarinda Gajah Mada Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila

1 Oktober 2026 12:36
Ekonomi

BI Balikpapan Catat Keyakinan Konsumen Tetap Kuat, IKK Triwulan III Capai 122,6

30 September 2026 19:37
BI-Rate 5,75%: Menjaga Rupiah, Melindungi Pasar
Ekonomi

BI-Rate 5,75%: Menjaga Rupiah, Melindungi Pasar

30 September 2026 17:48
Next Post
Setujui Raperda Perangkat Daerah Tarakan, Fraksi Golkar Beri Catatan

Setujui Raperda Perangkat Daerah Tarakan, Fraksi Golkar Beri Catatan

Setujui Raperda Perangkat Daerah Tarakan, Fraksi Golkar Beri Catatan

Fraksi Gerindra Minta Perangkat Daerah Tarakan Bekerja Profesional dan Adaptif

Makna di Balik Lonjakan Transaksi QRIS

Makna di Balik Lonjakan Transaksi QRIS

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Pemkot Tarakan Akan Menanggung 6.071 Warga Terdampak Penonaktifan BPJS Pemprov Kaltara

    Pemkot Tarakan Akan Menanggung 6.071 Warga Terdampak Penonaktifan BPJS Pemprov Kaltara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gunadarma Jadi Universitas Pertama di IKN, 48 Mahasiswa Kini Mulai Perkuliahan di Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Siganak Hibot, Transformasi Dari Layar SMPN 7 Menuju Gerakan Karakter Kota Tarakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tampil Anggun Berbusana Adat Tidung, 29 Ketua RT Selumit Pantai Resmi Dikukuhkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan di Kaltara Tembus Rp 82 Miliar, Tarakan Menyumbang Angka Terbesar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Danrem 092/Maharajalila Sambut Kunker Menhan di Yonif TP 880/Benuanta dan Yonif TP 922/Upun Taka

Danrem 092/Maharajalila Sambut Kunker Menhan di Yonif TP 880/Benuanta dan Yonif TP 922/Upun Taka

3 Oktober 2026 21:45

Kunjungi Yonif TP 922/Upun Taka, Menhan Sjafrie Tekankan Kesiapan Prajurit

3 Oktober 2026 20:13
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP