BALIKPAPAN, Fokusborneo.com – Keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi di Kota Balikpapan masih terjaga sepanjang triwulan III 2026. Di tengah penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, konsumen tetap menunjukkan pandangan positif terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun prospeknya ke depan.
Hal tersebut tercermin dari hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) Balikpapan yang mencatat rata-rata Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 122,6 pada triwulan III 2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi, Deputi Direktur, mengatakan angka tersebut memang sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan II 2026 yang mencapai 123,7. Namun, IKK masih berada di atas level 100 yang menunjukkan keyakinan konsumen tetap berada dalam zona optimistis.
“Optimisme konsumen yang tetap terjaga didukung oleh persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini yang masih kuat, serta ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan yang semakin menguat,” demikian hasil Survei Konsumen BI Balikpapan.
Bila dilihat berdasarkan kelompok pengeluaran, seluruh kelompok konsumen masih mencatat IKK pada level optimistis. Nilai tertinggi terdapat pada kelompok responden dengan pengeluaran Rp7-8 juta per bulan dengan rata-rata IKK sebesar 136,9.
Selanjutnya, kelompok pengeluaran Rp1-2 juta mencatat IKK sebesar 130,6, disusul kelompok pengeluaran Rp6-7 juta sebesar 127,9.
Berdasarkan kelompok usia, tingkat keyakinan konsumen juga berada di atas level 100 pada seluruh kelompok. IKK tertinggi tercatat pada kelompok usia 20-30 tahun dengan rata-rata indeks 129,24, kemudian kelompok usia 30-40 tahun sebesar 124,04.
Keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini juga tercermin dari Indeks Keyakinan Ekonomi (IKE) yang mencatat rata-rata 112,3 sepanjang triwulan III 2026.
Meski mengalami penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 115,2, angka tersebut masih menunjukkan persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini berada pada level optimistis.
IKE tersebut ditopang oleh tiga komponen utama, yakni indeks penghasilan saat ini, indeks ketersediaan lapangan kerja, serta indeks pembelian barang tahan lama atau durable goods.
Masing-masing mencatat rata-rata indeks sebesar 125,3, 107,7, dan 104.
Penguatan terutama terjadi pada indeks ketersediaan lapangan kerja dan indeks pembelian barang tahan lama dibandingkan triwulan sebelumnya. Sementara indeks penghasilan saat ini mengalami penurunan.
Kondisi penghasilan masyarakat antara lain dipengaruhi berkurangnya jam kerja atau lembur, tertahannya omzet penjualan pada sejumlah jenis usaha, serta dampak efisiensi.
Di sisi lain, persepsi terhadap ketersediaan lapangan kerja masih positif. Kondisi tersebut antara lain didukung bertambahnya gerai ritel modern, franchise, kedai kopi, dan restoran baru yang beroperasi di berbagai kawasan Balikpapan.
Konsumen juga masih menunjukkan kecenderungan positif dalam pembelian barang tahan lama. Hal ini terlihat dari aktivitas pembelian emas dan perhiasan, kendaraan bermotor, serta pembaruan peralatan elektronik dan perabot rumah tangga.
Sementara itu, pandangan masyarakat terhadap kondisi ekonomi dalam enam bulan ke depan justru menunjukkan penguatan.
Hal tersebut tercermin dari rata-rata Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) pada triwulan III 2026 yang mencapai 132,9, meningkat dibandingkan triwulan II 2026 sebesar 132,1.
Peningkatan tersebut menunjukkan konsumen semakin yakin terhadap kondisi ekonomi dalam enam bulan mendatang.
IEK ditopang oleh tiga komponen, yakni indeks ekspektasi kegiatan usaha sebesar 121,3, indeks ekspektasi penghasilan sebesar 140,7, serta indeks ekspektasi ketersediaan lapangan kerja sebesar 136,7.
Penguatan ekspektasi masyarakat tidak terlepas dari perkembangan aktivitas ekonomi di Balikpapan. Sejumlah pembangunan masih terus berjalan, mulai dari ruko komersial, hotel, pusat perbelanjaan hingga perumahan.
Pertumbuhan aktivitas ekonomi juga ditandai dengan bertambahnya industri hilirisasi yang beroperasi di Balikpapan.
Robi mengatakan, hasil survei tersebut menggambarkan keyakinan konsumen Balikpapan masih cukup kuat meskipun terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi daya beli dan persepsi masyarakat terhadap penghasilan saat ini.
Di tengah kondisi tersebut, perkembangan lapangan kerja, aktivitas konsumsi barang tahan lama, pembangunan sektor properti dan perdagangan, serta bertambahnya aktivitas industri menjadi sejumlah faktor yang turut menjaga keyakinan masyarakat terhadap perekonomian Balikpapan.(**)















Discussion about this post