TARAKAN, Fokusborneo.com – Upaya memperkuat syiar Islam sekaligus menjaga kondusifitas lingkungan sosial di tingkat tapak, terus dilakukan jajaran legislatif Kota Tarakan.
Wakil Ketua DPRD Kota Tarakan, Herman Hamid, S.E., secara langsung menyerahkan bantuan sarana keagamaan berupa unit speaker portable kepada kelompok pengajian ibu-ibu Majelis Taklim An-Nuur yang berlokasi di RT 18, Kelurahan Selumit Pantai.
Bantuan ini disalurkan sebagai bentuk perhatian dan dukungan nyata terhadap keberlangsungan kegiatan positif keagamaan warga setempat.
Penyaluran bantuan fasilitas pengeras suara tersebut bermula dari aspirasi masyarakat yang disampaikan langsung oleh para anggota majelis taklim.
Selama ini, kelompok pengajian ibu-ibu tersebut rutin menggelar kegiatan keagamaan setiap pekan dengan tempat yang berpindah-pindah dari satu rumah warga ke rumah warga lainnya. Namun, pelaksanaan kegiatan kerap mengalami kendala teknis akibat keterbatasan sarana penunjang, di mana perangkat pengeras suara yang mereka miliki sebelumnya sudah dalam kondisi rusak.
Merespons kebutuhan mendesak tersebut, Herman Hamid tergerak untuk memberikan bantuan berupa speaker portable yang dinilai sangat fleksibel dan mudah dibawa mobilitasnya dari satu tempat ke tempat lain.
Keberadaan alat ini diharapkan dapat menyokong kelancaran setiap agenda pengajian, pembacaan selawat, hingga kajian keislaman yang rutin diselenggarakan warga Selumit Pantai.
Politisi Demokrat itu menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas konsistensi dan semangat ibu-ibu jamaah Majelis Taklim An-Nuur dalam menggemakan syiar Islam di lingkungan tempat tinggal mereka.
Menurutnya, pergerakan majelis taklim bukan sekadar rutinitas ibadah semata, melainkan juga wadah penting untuk merekatkan tali silaturahmi antartetangga.
Hal ini menjadi semakin krusial di era modernisasi digital saat ini, di mana gempuran teknologi dan penggunaan perangkat gadget sering kali mengikis interaksi serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.
”Saya sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan ibu-ibu dalam majelis taklim maupun pembacaan sholawat ini. Selain sebagai sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, kegiatan keagamaan seperti ini memiliki fungsi sosial yang amat besar, yaitu menjaga agar hubungan silaturahmi antartetangga tetap terjalin dengan erat,” pungkasnya.
Ia menambahkan, di era modernisasi digital saat ini, pengaruh gadget sungguh luar biasa sehingga tradisi berkumpul, bertegur sapa, dan berdiskusi sesama warga sudah hampir hilang.
“Melalui keaktifan majelis taklim inilah nilai-nilai kebersamaan dan silaturahmi itu bisa terus dipertahankan,” ungkap Herman Hamid.
Lebih lanjut, Herman Hamid menekankan keberadaan majelis taklim di kawasan padat penduduk seperti Selumit Pantai memiliki peran strategis sebagai benteng penangkal ancaman sosial, salah satunya adalah peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.
Dalam setiap kegiatan pengajian, kelompok majelis ini turut didampingi pengasuh keagamaan, Ustaz Imam Hambali, yang secara konsisten memanfaatkan ruang kumpul tersebut untuk menyisipkan pesan-pesan edukatif mengenai bahaya laten narkoba serta pentingnya pola pengasuhan anak di rumah.
Melalui penyampaian tausiyah dan pendidikan karakter secara berkala, para orang tua dibekali pemahaman agar lebih waspada dan tanggap dalam mengawasi tumbuh kembang serta pergaulan anak-anak mereka agar tidak terperosok ke dalam lingkaran barang haram tersebut.
Langkah preventif berbasis komunitas keagamaan ini dinilai sangat efektif untuk membentengi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan zat adiktif yang modusnya kian beragam.
Herman Hamid juga mengingatkan tantangan peredaran narkoba saat ini semakin kompleks seiring dengan perkembangan zaman.
Pola dan wujud barang haram tersebut kini tidak hanya terbatas pada bentuk padat seperti kristal atau tablet biasa, melainkan sudah merambah ke bentuk cair (liquid) yang lebih sulit terdeteksi secara kasat mata.
Oleh karena itu, penguatan nilai-nilai keagamaan dan pengawasan ketat dari lingkungan keluarga menjadi kunci utama dalam menjaga kondusifitas serta keselamatan generasi penerus bangsa di Kota Tarakan.(**)













Discussion about this post