TARAKAN – Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara gelar petemuan tahunan Bank Indonesia Tahun 2019, hadir dalam pertemuan tersebut PT. Kayan Hydro Energi (KHE), PT PLN UIW Kaltimra, Bappeda Prov. Kalimantan Utara dan stakholder terkait, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov Kaltara, Rabu, (11/12/2019).
Kepala BI Kaltara Hendik Sudaryanto menerangkan bahwa BI melihat secara makro mengenai hal-hal faktor yang bisa mendorong pengembangan perekonomian di Kaltara, salah satunya energi baru terbarukan.
“Pengembangan ekonomi perlu sumber ekonomi baru atau sumber lain yang mendorong munculnya penggerak ekonomi baru,†terang Hendik.
Energi salah satu sumber faktor utama bagi berkembangnya suatu wilayah terutama wilayah industri, disadari bahwa industri butuh energi yang besar, perusahaan atau industri tidak masuk ketika suplay energi tidak ada.
“Kaltara memiliki sumber energi yang terbarukan yakni air, batu bara akan habis sehingga tidak berkelanjutan, nah disini ada sumber anugerah alam di Kaltara yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang sebagai energi bagi industri itu sendiri atau kegiatan lain,†ungkapnya.
Transformasi perlu dilakukan sehingga energi dengan tidak lagi menggantungkan pada sumber energi yang tidak bisa terbarukan dan habis pada titik tertentu dan akhirnya berdampak pada kesinambungan penggerak perekonomian.
“Dengan adanya PLTA di Kaltara kedepan harapanya akan berkelanjutan terus pertumbuhan ekonomi yang ditopang energi ini, nah konteknya tidak hanya Kaltara tapi sampai bisa suplay Kalimantan,†ucapnya.
Adanya investasi sumber energi baru di Kaltara mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi, dampak secara langsung memberikan pertumbuhan 1 persen pertahun, belum termasuk dampak tidak langsung yang cukup banyak.
“Antisipasi sekarang sudah harus dipersiapkan kebutuhan pangan dan tenaga kerja, Pemda harus membuat suatu suplay pangan dan mendirikan vokasi pekerja yang dibutuhkan saat penerimaan pegawai nantinya,†tutupnya. (aii)















Discussion about this post