TARAKAN – Untuk memudahkan komunikasi dalam setiap kegiatannya, UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kota Tarakan telah melengkapi diri dengan perangkat penyedia layanan internet berbasis satelit milik SpaceX yang dirancang untuk memberikan koneksi cepat dan stabil ke seluruh dunia, termasuk wilayah terpencil yang sulit dijangkau jaringan fiber optik atau Starlink.
“Alasan penggunaan Starlink sendiri, karena wilayah kerja KPH Tarakan ada yang blankspot atau tidak terjamah jaringan internet yang ada di Indonesia. Kondisi ini, ada di Tarakan khususnya didalam hutan lindung, dan sejumlah titik di wilayah Bulungan yang menjadi area kerja kami,” kata Kepala UPTD KPH Kota Tarakan, Martinus Parewang, baru-baru ini.

Dipilihnya perangkat layanan ini, dikarenakan sistem ini dapat difungsikan secara mudah dan efisien. Seperti diketahui, layanan Starlink bekerja melalui ribuan satelit kecil yang bergerak di orbit rendah Bumi (Low Earth Orbit/LEO), sehingga jarak antara satelit dan pengguna lebih dekat dibanding satelit konvensional.
“Rencananya, perangkat ini akan dibawa setiap kali tim melakukan patroli di daerah yang tidak ada jaringan internetnya. Termasuk, di wilayah perairan dan pertambakan,” ucapnya.
Baru-baru ini, kata Martinus, tim KPH Tarakan juga sudah melakukan ujicoba penggunaannya di wilayah Hutan Desa Liagu, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan. “Hasilnya, sebagaimana laporan tim yang ke lapangan bahwa layanan internetnya baik, nyaris tidak ada masalah termasuk saat video call,” tuturnya.(*/tim)












Discussion about this post