TARAKAN – Pada peringatan Hari Kartini, 21 April lalu seluruh staf dan jajaran pejabat wanita di lingkup UPTD KPH Kota Tarakan mengenakan pakaian kebaya nasional. Aksi ini untuk memaknai peringatan Hari Kartini dengan tokoh sentralnya, Raden Ajeng Kartini yang terkenal sebagai pejuang pergerakan wanita Indonesia dalam melawan tindak kolonialisme, khususnya di bidang edukasi dan kesetaraan gender.
“Aksi ini dilakukan spontan, nyaris setiap tahun pada Hari Kartini,” kata Kepala UPTD KPH Kota Tarakan, Martinus Parewang, belum lama ini.
Aksi ini sekaligus menunjukkan bahwa Pemerintah Indonesia telah menerapkan penyamarataan hak untuk berkarya bagi wanita, utamanya di bidang kehutanan.
“Kegiatan perlindungan hutan, perencanaan hutan dan lainnya telah banyak diisi oleh kaum wanita. Jadi, tak hanya didominasi kaum pria, termasuk pada profesi Polhut (Polisi Kehutanan) juga ada kaum hawa,” jelasnya.
Diakui Martinus, upaya wanita untuk berkarya di bidang kehutanan tak kalah kreatif dibanding kaum pria. “Seperti di UPTD KPH Kota Tarakan, lebih banyak kegiatan dilakukan di lapangan atau outdoor baik di pagi, siang maupun malam hari. Kaum perempuan yang ada di KPH Tarakan, tetap turut serta dalam setiap kegiatan tersebut. Baik sebagai Polhut, Penyuluh maupun PEH (Pengendali Ekosistem Hutan),” ucapnya.(*/tim)














Discussion about this post